Kebanyakan ibu senang ketika anak ataupun bayinya terlihat “chubby”, karena dianggap terlihat sehat, lucu dan menggemaskan. Tapi tahukah anda jika itu bisa membahayakan anak anda di kemudian hari. 

Bahaya yang dapat ditimbulkan berupa gangguan pertumbuhan tulang, nafas pendek, pergerakan yang lebih lamban, memicu diabetes dan obesitas.

Berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas, 2013) menyebutkan bahwa prevalensi balita gemuk menurut BB/TB pada anak usia 0-59 bulan sebesar 11,8% sedangkan data survey pemantauan status gizi (PSG, 2015) menyatakan bahwa prevalensi balita gemuk menurut BB/TB usia 0-59 bulan sebesar 5,3%.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih mengalami masalah gizi balita gemuk, karena menurut WHO 2010, suatu negara dikatakan tidak lagi memiliki masalah gizi bila indikator balita gemuk berada di bawah 5%.

 

Tahukah anda apa itu obesitas? 

Obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan di dalam badan atau biasa dikenal dengan kegemukan yang berlebih.

Obesitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah genetik yang menurut beberapa penelitian genetik berperan antara 40-70% terjadinya obesitas. Faktor genetik ini mempengaruhi peran metabolisme tubuh dan perilaku makan.

Akibat pola makan yang tinggi kalori dan kurangnya berolahraga sehingga terjadinya penumpukan kalori yang disimpan tubuh dalam bentuk lemak dan mutasi gen-gen sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya yang menimbulkan obesitas.

 

Cara mengetahui berat badan ideal?

Caranya sangat mudah dan dapat kita hitung sendiri, yaitu dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index/BMI).

Indeks Masa Tubuh - SKATA

Tabel 1. Klasifikasi berat badan untuk orang Asia (WHO 2000)

 

Apa saja yang dapat terjadi bila kita obesitas? 

Ketika segala sesuatu yang berlebih itu tidak baik, maka banyak pula penyakit yang akan timbul bila tidak dicegah. 

Seperti halnya hipertensi, penyakit jantung, stroke, penyakit kantung empedu, osteoarthritis, kolesterol, penyakit lemak hati, sindrom metabolic, bisa juga ini menyebabkan gangguan pernapasan (misalnya ngorok saat tidur), bisa juga menyebabkan kanker(endometrium, usus besar dan anus, payudara, ginjal, dll.)

 

Cara mencegah obesitas 

Berdasarkan sebuah studi terbaru menemukan cara sederhana dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat seperti berolahraga. 

David Meyre, peneliti dari McMaster University di Ontario, Kanada, mengatakan, olahraga teratur secara substansial dapat mengurangi efek genetik dari massa lemak utama dan obesitas pada tubuh seseorang, yang telah ia buktikan berdasarkan penelitiannya selama 3 tahun dan menghasilkan hal yang positif.