Kehamilan merupakan sesuatu yang membahagiakan dan didambakan oleh pasangan suami istri. Menurut WHO (World Health Organization) setiap tahunnya terdapat 140 juta wanita yang melahirkan diseluruh dunia. 

Dimana pada tahun 2015, terdapat 303.000 kematian ibu akibat komplikasi dalam kehamilan dan proses persalinan seperti pendarahan, infeksi, hipertensi dan diabetes dalam kehamilan, serta HIV/AIDS. 

Sebagian besar penyebab kematian ibu ini dapat dicegah dengan persiapan kesehatan dan mental yang baik, sehingga kematian ibu dapat dihindari. Tetapi, 4 dari 10 wanita mengalami kehamilan yang tidak direncanakan, sehingga intervensi medis yang dapat diberikan kepada ibu atau pasangan menjadi terhambat. 

Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, terutama dari segi kesehatan dan mental calon ibu. Berikut merupakan salah satu metode yang bisa digunakan untuk mempersiapkan kehamilan sehat dan mental calon ibu yang kuat, yaitu biasa dikenal dengan prakonsepsi.

 

Apa Itu Prakonsepsi?

Prakonsepsi merupakan penggabungan 2 kata, yaitu pra yang berarti sebelum, konsepsi yang berarti pertemuan antara sel telur wanita dan sel sperma pria. Prakonsepsi dilakukan untuk mengidentifikasi dan memodifikasi resiko biomedis, mekanis dan sosial terhadap kesehatan wanita ataupun pasangan usia produktif yang berenca untuk hamil.

 

Apa Aja Yang Dilakukan Pada Prakonsepsi?

Pada prosedur prakonsepsi, tenaga medis akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan dan pemeriksaan penunjang untuk mengidentifikasi resiko-resiko yang ada, guna untuk melakukan upaya preventif, kuratif, dan rehabilitatif. 

Tanya jawab akan dimulai untuk mencari tahu resiko yang dapat mempersulit kehamilan, seperti :

- Riwayat penyakit dahulu yang dapat menjadi penyulit dalam kehamilan, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung dan paru, tiroid, riwayat kejang, infeksi, dan lain-lain.

- Riwayat konsumsi obat-obatan rutin yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada janin.

- Keadaan gizi pada ibu yang hendak hamil sangatlah penting, karena akan menjadi sumber energi bagi ibu maupun bayi. Sebaiknya ibu berada dalam berat badan yang ideal, dikarenakan dengan berat badan yang lebih dapat menyebabkan penyulit berupa hipertensi dan diabetes dalam kehamilan serta preeklampsia. Sedangkan berat badan yang kurang, dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. 

 

Ibu perlu memasukkan unsur asupan gizi seimbang yang berupa karbohidrat, protein, dan mineral, serta asam folat.

- Riwayat vaksinasi seperti hepatitis B, toxoid, cacar, campak, dan lain-lain.

- Riwayat keputihan, menstruasi, pendarahan, penggunaan kontrasepsi, riwayat infertilitas maupun riwayat penyakit seksual menular juga merupakan hal penting untuk diketahui dari para calon ibu.

- Riwayat penyakit keluarga untuk mendeteksi ada tidaknya riwayat retardasi mental, malformasi kongenital, infertilitas, maupun keguguran.

-  Riwayat sosial seperti tempat kerja, merokok, konsumsi alkohol, obat-obatan, kafein juga penting karena sebaiknya dihindari selama mempersiapkan kehamilan. Tidak boleh dilupakan, olahraga yang rutin minimal 150 menit dalam seminggu juga disarankan.

- Masalah psikososial yang terjadi sebelum dan dalam kehamilan seperti depresi juga harus diketahui agar dapat dilakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan menghindarkan calon ibu dari stress berlebih.

Selanjutnya, prosedur prakonsepsi dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik lengkap dan pemeriksaan penunjang berupa EKG dan pemeriksaan laboratorium yang bertujuan untuk penyaringan resiko ataupun screening.

 

Sebagai penutup, diharapkan artikel ini dapat memberikan informasi baru kepada masyarakat terutama calon ibu dalam mempersiapkan kesehatan dan mental yang kuat, agar komplikasi dalam kehamilan dapat dicegah. 

Selain itu, penting bagi ibu hamil untuk melakukan perawatan prakonsepsi yang sangat penting untuk keselamatan serta kesehatan ibu dan bayi. Tidak boleh dilupakan, dukungan keluarga dan suami serta terhindarnya dari stress akan berperan penting dalam mental calon ibu.