Cuti bersama tahun ini terhitung lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Anda yang bekerja tentu saja merasakan senangnya menghabiskan waktu lebih lama dengan keluarga. Namun, panjangnya masa cuti bersama jangan lantas membuat anda terlena dan malah merasa tidak semangat untuk kembali bekerja. 

 

Jika anda merasa demikian, coba tips di bawah ini agar kembali bekerja menjadi hal yang menyenangkan. Selamat mencoba!

 

 

1. Bertemu Dengan Teman Kerja

 

Euforianya mungkin tidak akan “seheboh” bertemu dengan teman SD maupun teman kuliah yang bertahun-tahun tidak bersua. Namun, bertemu rekan kerja yang dengan mereka anda menghabiskan waktu sepanjang hari tentu menimbulkan rasa senang sekaligus rindu. 

 

Ada perasaan tidak sabar untuk bisa bertukar cerita tentang perjalanan liburan ke kampung halaman maupun kabar-kabar terbaru dari hal-hal yang menjadi kegemaran bersama. Oh ya, jangan lupa saling bermaaf-maafan ya..

 

 

2. Mengurangi Tumpukan Pekerjaan

 

Banyak dari kita yang semakin panjang hari libur maka semakin banyak pula pekerjaan yang tertunda untuk diselesaikan. Karena itu, kembali bekerja artinya mengurangi tumpukan pekerjaan yang berpotensi membuat anda lembur, membawa pulang pekerjaan, atau email-email pada akhir pekan yang membuat anda tidak 100% bersama keluarga. 

 

Karena itu, selesaikan pekerjaan dengan efisien. Buat to do list beserta tenggat waktu penyelesaiannya. Jika merasa mendadak penat karena kaget dengan banyaknya pekerjaan, anda bisa melakukan peregangan di sela-sela bekerja maupun membuat secangkir kopi. Tidak ada alasan lemas karena puasa lagi, kan..

 

 

3. Makan-Makan

 

Anda doyan makan? Momen setelah libur lebaran biasanya menjadi momen bertukar oleh-oleh panganan khas daerah masing-masing. Membayangkan meja kerja penuh dengan kudapan lezat mungkin bisa membangkitkan semangat anda untuk berangkat kerja. 

 

Belum lagi acara halal bihalal yang diadakan oleh kantor yang membuat anda bisa beberapa kali makan enak tanpa harus merasakan hawa “akhir bulan”.

 

 

4. Kembali Bergerak!

 

Jika ada yang termotivasi oleh makanan, ada juga yang sebaliknya. Merasakan terlalu banyak makan selama lebaran, ditambah suasana santai di rumah dengan bermacam kue kering dan jadwal olahraga yang belum kembali seperti semula, membuat anda ingin untuk segera membakar kalori dengan bekerja. 

 

Apalagi, jika profesi anda membutuhkan mobilitas tinggi. Anda pun akan semakin bersemangat membayangkan kesibukan yang membuat anda lelah namun lebih sehat.

 

 

5. Saatnya Menabung Kembali

 

Setuju ya, kalau bulan puasa dan lebaran banyak pengeluaran? Nah, bekerja akan mengembalikan kita ke “dunia nyata” bahwa masih ada pengeluaran bulanan, tabungan, asuransi, dan cicilan yang harus dibayar. 

 

Jika THR kita ternyata tidak bersisa atau malah defisit, kini saatnya mengisi kembali rekening yang telah berkurang saldonya. Sebaliknya, jika bulan Ramadan ternyata menambah pemasukan kita secara tidak terduga, anda bisa membuat tabungan baru, misalnya berlibur, renovasi rumah, atau umroh.

 

 

6. Ciptakan Suasana Baru

 

Mengatur ulang tata letak benda-benda di meja kerja kita, memasang foto liburan kemarin, ataupun memakai wewangian baru bisa menimbulkan semangat tersendiri untuk hari-hari pertama kembali bekerja. Atau, anda juga bisa menambahkan rutinitas baru seperti olahraga 10 menit setelah bangun tidur maupun mengucapkan selamat pagi kepada orang-orang yang anda jumpai saat memasuki ruangan anda.

 

 

7. Banyak bersyukur

 

Bukankah puncak pencapaian dari bulan Ramadan adalah lahirnya pribadi baru yang lebih baik dari sebelumnya? Maka, banyak bersyukur adalah salah satu ciri kebaikan yang patut kita pertebal di awal bulan ini. 

 

Bisa menjalani bulan puasa dengan sukses, bertemu dengan sanak saudara dan rekan lama, rejeki yang kita bagi ke orang lain dan sebaliknya, juga kesempatan untuk masih dapat bekerja lagi, semuanya adalah hal yang patut kita syukuri.



Konsultasi dengan dokter