Hari Keluarga Nasional sebaiknya tidak hanya diperingati sebatas seremonial saja. Jadikan momen tersebut sebagai refleksi diri, sejauh mana kita menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga.

 

Siapapun yang sudah berkeluarga pasti merasakan tantangan menjalankan kehidupan keluarga, khususnya berkaitan dengan waktu. Ayah dan ibu yang bekerja merasa waktu dengan anak dan pasangan berkurang, sementara ibu rumah tangga juga harus bisa tetap menemani anak sekaligus mendidik mereka di tengah urusan rumah tangga yang tidak ada habisnya.

 

Kurangnya waktu berkualitas dalam keluarga bisa menyebabkan renggangnya ikatan antara ayah, ibu, dan anak, termasuk bagi mereka yang belum memiliki keturunan. 

 

Salah satu penyebab menurunnya kualitas moral generasi muda saat ini juga ditengarai sebagai akibat gagalnya keluarga menjalankan fungsinya dengan baik. 

 

Pola asuh yang salah pada saat anak berada di golden age-nya, kurangnya perhatian orang tua, ketidakharmonisan rumah tangga, ataupun penggunaan gadget sebagai pengganti “pengasuh” adalah beberapa faktor pendukung terciptanya generasi muda yang bermasalah.

 

Karena itu, penting kiranya bagi kita untuk tetap memiliki waktu berkualitas dengan keluarga, sesibuk apapun kita. Tidak semata “demi anak”, namun juga demi kebahagiaan kita dan pasangan sebagai orang tua. 

 

Kita bisa menciptakan quality time alias waktu berkualitas dengan keluarga melalui beberapa kegiatan sederhana di bawah ini:

 

 

Makan Bersama

 

Rutinitas makan bersama bisa menjadi cara untuk menyatukan anggota keluarga yang aktivitasnya sudah mulai berbeda. Jika saat sarapan terlalu pendek, kita bisa memilih makan malam karena biasanya orang tua sudah pulang bekerja dan anak-anak sudah menyelesaikan aktivitas sorenya, baik sekolah, bermain, atau les. 

 

Saat makan, usahakan setiap anggota keluarga tidak membawa gadget agar tercipta komunikasi yang efektif dan hangat. Untuk yang memiliki anak bayi atau balita, makan bersama mungkin menjadi aktivitas yang sulit terwujud. Tidak apa-apa

 

 

Menemani Anak Bermain

 

Meskipun anak-anak melakukan aktivitas bermain setiap hari, namun kehadiran ayah dan ibu akan membuat mereka bertambah senang. Kita tidak harus terpaku dengan mainan yang ada. 

 

Anak laki-laki kadang sudah senang dengan aktivitas yang bersifat fisik seperti kejar-kejaran, gulat, dan bermain bola, apalagi jika ditemani sang ayah. Anak perempuan bisa kita ajak bermain peran atau sesederhana mewarnai bersama. 

 

Jika anak-anak sudah berusia cukup besar, papan permainan seperti ular tangga, catur, ataupun bermain kartu bisa menjadi aktivitas yang seru.

 

 

Olahraga Bersama

 

Beberapa kota besar biasanya memiliki semacam car free day pada hari Minggu. Ajang seperti ini bisa dimanfaatkan untuk bersantai bersama keluarga sekaligus berolahraga. Untuk anak-anak, berenang dan bermain sepeda biasanya menjadi olahraga favorit. 

 

Jika tidak memungkinkan, jogging keliling komplek, bermain badminton di depan rumah, atau sekedar senam bersama lewat video YouTube pun tetap bisa dilakukan.

 

 

Melakukan Pekerjaan Rumah

 

Siapa bilang bersih-bersih rumah tidak bisa menjadi quality time? Selama dilakukan tanpa paksaan, membersihkan rumah bersama bisa mempererat hubungan keluarga lho! Anak-anak akan menyukai kegiatan yang berhubungan dengan air seperti mencuci mobil dan memasukkan pakaian ke mesin cuci. 

 

Mengajak anak memasak juga bisa menjadi alternatif quality time sekaligus meningkatkan life skill mereka. Untuk anak dengan usia yang lebih tua, melakukan pekerjaan rumah bisa dilakukan sembari mengobrol tentang banyak hal. Orang tua senang, anak senang.

 

 

Berkebun

 

Tidak harus menunggu tua untuk berkebun. Mengajak anak untuk menanam satu jenis tanaman saja kemudian merawatnya setiap hari hingga melihat tanaman tersebut bertumbuh menjadi kesenangan tersendiri. 

 

Saat mengajarkan anak berkebun, anda bisa mengajarkannya tentang daur hidup tanaman sekaligus melatih motorik kasar anak seperti memegang benih, menggunakan sekop, maupun mengisi gembor penyiram tanaman.

 

 

Aktivitas di Tempat Tidur

 

Meski tampak sepele, banyak yang menjadikan acara berkumpul bersama-sama pasangan dan anak di tempat tidur sebagai aktivitas keluarga favorit. Baik malam hari sebelum tidur maupun pagi hari saat akhir pekan, kegiatan ini bisa menjadi momen bicara dari hati ke hati maupun ajang bercanda sambil saling menggelitik, misalnya. 

 

Hujan pelukan dan ciuman dari anak dan pasangan serta tawa lepas mereka bisa menjadi mood boster untuk menjalani hari, atau malah semakin enggan beranjak dari kasur karena ingin menikmati momen tersebut lebih lama.

 

Nah, apapun aktivitasnya dan berapa pun lamanya, quality time harus menjadi agenda rutin sebagai cara mempertahankan kehangatan keluarga. Meskipun kita “hanya” mampu membacakan satu buku sebelum anak-anak tidur ataupun mengobrol dengan pasangan 15 menit saat makan pagi, hadirkan diri kita secara utuh agar anggota keluarga lainnya mampu menangkap kasih sayang dan perhatian yang kita berikan.

 

Selamat Hari Keluarga Nasional!