Proses persalinan dapat dilakukan dengan 2 metode yang pertama adalah kelahiran normal dan yang kedua dengan tindakan operasi caesar. Walau banyak wanita hamil lebih memilih untuk melahirkan secara normal, namun ada beberapa kondisi yang harus diwaspadai untuk mempertimbangkan pelahiran secara caesar.

 

 

Persalinan Lama

 

Persalinan lama adalah proses persalinan yang berlangsung lebih dari 20 jam untuk ibu yang baru pertama kali melahirkan dan 14 jam untuk ibu yang sudah pernah melahirkan sebelumnya. Proses persalinan yang lama biasanya disebabkan oleh kontraksi yang lemah, pembukaan yang tidak ada kemajuan atau kepala bayi yang tidak dapat turun ke jalan lahir.

 

 

Mal Posisi Bayi 

 

Posisi bayi sangatlah penting dalam kelancaran suatu persalinan. Posisi bayi yang paling baik untuk dilahirkan secara normal adalah posisi dimana kepala bayi harus berada di jalan lahir (di bawah). 

 

Letak bayi yang sungsang (kepala di atas) atau lintang (posisi bayi horizontal) dapat mempersulit kelahiran secara normal karena tidak bisa melewati panggul dan dapat mencederai bayi kalau di paksa dilahirkan secara normal.

 

 

Cephalopelvic Disproportion (CPD)

 

CPD adalah kondisi dimana kepala bayi terlalu besar sehingga tidak dapat melewati panggul dan jalan lahir atau kondisi dimana panggul ibu terlalu kecil. CPD menyebabkan bayi susah untuk turun ke jalan lahir. 

 

CPD biasanya jarang yang terdeteksi sebelum persalinan karena kepala bayi biasanya akan menyesuaikan dengan panggul ibu dan panggul ibu juga biasanya akan sedikit melebar saat hamil. 

 

Diagnosis CPD biasanya diketahui saat persalinan berlangsung karena kontraksi ibu sudah baik dan cukup akan tetapi bayi tidak kunjung turun.

 

 

Kondisi Kehamilan Ibu

 

Ada beberapa kondisi kehamilan yang tidak dianjurkan untuk melahirkan secara normal seperti pada kondisi Plasenta Previa yaitu kondisi dimana plasenta menutupi jalan lahir. Kondisi ini akan menyebabkan plasenta untuk dilahirkan duluan sebelum bayi dan dapat menyebabkan perdarahan yang banyak maka akan berbahaya untuk kedua janin dan ibunya. 

 

Kondisi seperti Abruptio Plasenta yaitu plasenta yang sudah lepas dari dinding rahim sebelum persalinan sehingga dapat menimbulkan perdarahan. Kondisi-kondisi lain seperti ibu yang memiliki penyakit kronis seperti darah tinggi, kencing manis, dan asma juga tidak dianjurkan untuk melahirkan secara normal karena dapat dapat membahayakan ibu dan janin.

 

 

Riwayat Caesar (C-section)

 

Apabila ibu yang sudah pernah melahirkan sebelumnya dengan operasi caesar, maka pada kehamilan selanjutnya akan tetap melahirkan melalui caesar. Karena dapat menyebabkan komplikasi seperti perdarahan yang sehat kalau dilahirkan secara normal. 

 

Namun ada beberapa data dari The American Pregnancy Association bahwa 90% wanita yang pernah melahirkan secara Caesar dapat melahirkan secara normal untuk kelahiran berikutnya. Kejadian ini dikenal sebagai istilah Vaginal Birth After Caesar (VBAC). 

 

Namun sebelum melakukan VBAC, ibu harus terlebih dahulu mendiskusikannya dengan dokter untuk mengetahui keamanannya untuk ibu.