Tidak makan dan minum selama menjalankan ibadah puasa bukan berarti kita bisa cuek terhadap kesehatan kita, lho! 

 

Meskipun berpuasa, kita tetap membutuhkan energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Jam kantor boleh berkurang, tetapi aktivitas ibadah tambahan seperti solat tarawih, bangun sahur, membaca Al Quran, maupun menyiapkan hidangan berbuka juga menyita waktu dan tenaga. 

 

Amunisi berpuasa pun mau tidak mau harus diperbanyak agar kita tetap kuat menjalani puasa dan tidak mudah terserang penyakit.

 

Apalagi, jika kita masih menyusui. Hilangnya cairan tubuh karena keluarnya ASI rentan membuat kita mudah merasa lemas. Karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar saat berpuasa kita tetap bertenaga. 

 

Bukan tidak mungkin, kita masih bisa berolahraga. Simak tipsnya berikut ini.

 

 

Menu Sahur Bernutrisi

 

Salah satu kunci tetap bugar pada saat berpuasa adalah menu sahur yang bernutrisi. Banyak yang salah mengira bahwa makan dengan porsi besar pada saat sahur akan memperpanjang rasa kenyang. 

 

Padahal, jika yang kita menu sahur kita didominasi oleh karbohidrat sederhana seperti nasi putih, mie instan, atau roti, kita akan cepat merasa lapar karena ketiganya dicerna secara cepat. 

 

Sebaiknya, perbanyak konsumsi sayuran dan buah. Kalau perlu, ganti nasi putih dengan nasi merah karena lebih lama dicerna sehingga tidak mudah lapar. Selain itu, jangan lupa konsumsi daging, ikan, maupun kacang-kacangan sebagai sumber protein dan lemak.

 

 

Berbuka Perlahan

 

Menyantap semangkuk kolak pisang untuk membatalkan puasa boleh saja. Namun, jika kemudian anda melahap dua buah tahu isi dilanjutkan sepotong kue bolu, sama saja anda sedang menghilangkan manfaat kesehatan dari berpuasa. 

 

Memakan banyak makanan sekaligus hanya akan membuat perut terasa penuh. Akibatnya, lambung akan mengecil dan enzim-enim pencernaan berkurang. 

 

Sebaiknya, berbukalah secara bertahap, mulai dari beberapa teguk air putih, sedikit makanan manis. Setengah jam kemudian atau setelah solat magrib, anda bisa makan besar.

 

 

Makan Sehari Tiga Kali Bagi Ibu Menyusui

 

Karena menyusui menghabiskan cadangan energi lebih banyak dan lebih cepat, maka ibu menyusui disarankan untuk tetap makan tiga kali sehari, yaitu saat sahur, berbuka, dan menjelang tidur. 

 

Konsumsi air putih sebanyak 1,5 liter pun harus disiasati agar tidak kembung, yaitu dengan rumus 2-4-2: 1 gelas saat berbuka, 1 gelas sebelum tarawih, 4 gelas antara setelah tarawih hingga sebelum tidur, 2 gelas saat sahur.  

 

Ibu menyusui dengan bayi berusia di bawah 6 bulan tidak disarankan untuk berpuasa karena bayi menyusu setiap 2-3 jam sekali. Jika bayi sudah mengenal MPASI, akan lebih mudah bagi ibu maupun bayi untuk tetap terpenuhi kebutuhan energinya.

 

 

Istirahat Yang Cukup

 

Saat puasa, jangan abaikan waktu tidur. Kaum wanita biasanya lebih tersita energinya untuk mempersiapkan hidangan berbuka dan sahur. 

 

Karena itu, pastikan anda tidak begadang untuk keperluan yang tidak mendesak. Jika memungkinkan, lakukan power nap selama 30-60 menit agar tubuh bugar kembali. 

 

Untuk ibu menyusui, kurang istirahat saat berpuasa dapat berdampak pada munculnya rasa lelah, mengantuk, produksi ASI yang terhambat, hingga mudah merasa emosi. Jangan sampai bayi anda yang terkena dampaknya, ya. 

 

Semisal anda tidak mengantuk, kurangi aktivitas yang bersifat fisik agar cadangan energi tidak cepat hilang.

 

 

Atur Waktu Berolahraga

 

Bulan puasa bukan berarti bulan bebas olahraga. Kuncinya, pilih waktu yang pas dan jenis olahraga yang tepat. Saat berpuasa, memang tidak disarankan untuk melakukan olahraga, namun tetap diperbolehkan sebatas kita mampu. 

 

Pilih 30-60 menit menjelang berbuka agar energi yang hilang dapat segera digantikan saat berbuka puasa.  Olahraga di pagi hari saat udara masih bersih juga dapat dilakukan, sebatas untuk menyegarkan diri saja. 

 

Jika kita berolahraga untuk membakar kalori atau membentuk otot, lakukan 2-3 jam setelah berbuka puasa dengan durasi 30-60 menit.

 

Pilihan olahraga yang masih aman dilakukan adalah olahraga intensitas ringan seperti berjalan, jogging, dan bersepeda. Berenang juga dapat dijadikan pilihan, begitu juga dengan latihan otot sederhana dari video online. 

 

Jika di luar bulan puasa normalnya olahraga dilakukan 3-4 kali dalam seminggu selama 30 menit, maka pada bulan puasa anda dapat menyesuaikannya dengan kondisi tubuh anda, baik intensitas, durasi, maupun jenisnya.

 

Yang perlu diingat, olahraga saat bulan puasa adalah salah satu cara mengatasi tubuh yang lesu, bukan sebaliknya. Karena itu, lakukanlah olahraga untuk menjaga stabilitas tubuh dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. 

 

Selamat menjalankan ibadah puasa dengan bugar!