Ada sebuah cerita viral di media sosial mengenai kista yang diakibatkan karena penggunaan kontrasepsi. Tidak disebutkan kontrasepsi jenis apa secara detil, namun di cerita tersebut seorang ibu melakukan operasi pengangkatan kista yang sangat besar dari dalam rahim.

 

Penyebab terjadinya kista tersebut karena si ibu menggunakan kontrasepsi yang membuatnya tidak haid selama 3 tahun. Sehingga darah menumpuk dan menggumpal karena tidak haid menyebabkan terjadinya kista.

 

Sebetulnya dari kacamata medis kista dan efek samping kontrasepsi adalah dua hal yang mungkin bisa saja tidak berhubungan. Karena penyebabnya tidak hanya bisa dinilai dari satu faktor resiko saja.

 

Terlebih lagi tidak haid bukan berarti darah akan menggumpal dan menumpuk menjadi sumber penyakit. SKATA pernah membahasnya pada artikel ini "Tidak Ada Yang Salah Jika Kontrasepsi Hormonal Menganggu Menstruasi" 

 

Kista ovarium sendiri adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam ovarium. Tiap wanita memiliki sepasang indung telur (ovarium), satu di bagian kanan dan satu lagi di kiri rahim. Ovarium adalah bagian reproduksi dari wanita.

 

Organ ini berfungsi untuk menghasilkan sel telur tiap bulan (mulai dari masa pubertas hingga menopause) serta memproduksi hormon estrogen dan progesteron. 

 

Fungsi ovarium terkadang dapat mengalami gangguan dan kista termasuk jenis gangguan yang sering terjadi. 

 

Nah, kista ovarium pun terbagi menjadi 2 tipe, yaitu kista fisiologis dan juga kista patologis. Dari kedua tipe tersebut terdapat beberapa jenis kista didalamnya, seperti uraian berikut ini.

 

 

Kista Fisiologis (fungsional)

 

Kista yang muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi. Kista ini normal, tidak berbahaya, dan akan menghilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 2-3 siklus menstruasi.

 

- Kista folikuler: berasal dari folikel sel telur yang tidak pecah

 

- Kista korpus luteum: berasal dari folikel sel telur yang telah pecah namun menutup kembali

 

 

Kista Patologis 

 

Kista yang tidak berhubungan dengan menstruasi. Kista ini muncul akibat pertumbuhan sel yang tidak normal. Sebagian kecil kista ini dapat bersifat kanker (ganas).

 

- Kista dermoid: kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan, seperti rambut, kuku, kulit, gigi, dsb

 

- Kista adenoma: Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium

 

- Kista endometriosis: Kista yang terbentuk dari jaringan endometrium (lapisan terdalam dari rahim) yang menempel dan berkembang di ovarium

 

- Policystic Ovarian Syndrome (PCOS): Kista-kista folikel yang mengisi penuh ovarium sehingga menyebabkan ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar yang tebal dan menghalangi terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur).

 

 

Secara umum penyebab penyakit kista adalah disebabkan oleh beberapa faktor risiko berikut ini:

 

- Riwayat kista ovarium sebelumnya

- Siklus haid tidak teratur 

- Peningkatan distribusi lemak tubuh bagian atas

- Menstruasi lebih awal atau muda (usia 11 tahun atau lebih muda) 

- Infertilitas (kemandulan) 

- Pengobatan infertilitas dengan obat gonadotropin

- Hypothyroidism 

- Terapi Tamoxifen untuk kemoterapi kanker payudara

- Merokok juga meningkatkan risiko kista ovarium fungsional.

 

 

Kista yang tumbuh pada indung telur seringkali tidak menimbulkan gejala yang tidak diinginkan. Namun, ada saatnya dimana kista menjadi gangguan kesehatan yang cukup serius dan memerlukan penanganan dokter.