Setiap metode kontrasepsi memiliki efek samping, khususnya alat kontrasepsi berjenis hormonal. Suntik KB setiap tiga bulan merupakan salah satu alat kontrasepsi hormonal yang mengandung progestin, yaitu hormon yang menyerupai hormon progesteron yang diproduksi oleh ovarium. 

 

Setelah disuntikkan, progestin memiliki efek mengentalkan leher rahim sehingga sel sperma sulit bergerak ke arah rahim. Hormon ini juga mencegah ovulasi dan membuat dinding rahim tidak kondusif bagi sel telur yang telah dibuahi.

 

Kinerja hormon tadi memiliki efek samping bagi tubuh. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk menggunakan KB suntik, ketahui efek sampingnya terlebih dahulu. 

 

Atau, Anda telah menggunakan KB suntik dan mengalami beberapa efek samping? Baca penjelasan di bawah ini untuk menemukan solusinya ya!

 

 

1. Perubahan Siklus Menstruasi

 

Ini adalah efek samping yang paling sering terjadi. Suntik KB dapat menyebabkan terjadinya perubahan siklus menstruasi, baik menjadi lebih panjang maupun lebih pendek. 

 

Pada penggunaan pertama, terjadi haid berkepanjangan, flek (spotting), lalu haid akan menjadi jarang atau berhenti sama sekali. Sekitar 40% pengguna berhenti haid setelah satu tahun pemakaian. 

 

Ini adalah efek samping yang tidak berbahaya sehingga tidak perlu dikuatirkan. Berhentinya menstruasi tidak berarti “darah kotor” menstruasi menumpuk. 

 

Kontrasepsi hormonal menekan penebalan dinding rahim yang biasanya luruh dalam bentuk darah menstruasi, sehingga tidak ada “darah” yang harus diluruhkan.

 

 

2. Berat Badan Naik

 

Kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik berkisar antar 1-2 kg per tahun. Penyebabnya, hormon progestin pada KB suntik dapat menambah nafsu makan dengan cara mempengaruhi pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus. 

 

Jika berat badan anda di atas normal, atau memiliki riwayat obesitas, sebaiknya atur pola makan anda dan perbanyak olahraga untuk menjaga agar berat badan tetap ideal.

 

 

3. Tidak Bisa Seketika Kembali Subur

 

Beda halnya dengan IUD, implan, maupun pil KB, pengguna KB suntik harus sedikit bersabar ketika merencanakan kehamilan kembali. Setelah penggunaan KB suntik dihentikan, kesuburan akan kembali hingga 10 bulan setelahnya atau lebih cepat. 

 

Seseorang tidak dapat memprediksi berapa lama kesuburannya akan kembali karena efeknya pada setiap orang berbeda-beda. Sementara itu, pengguna IUD, implan, dan pil KB dapat langsung subur kembali setelah alat dilepas atau berhenti minum pil KB. 

 

Hal ini tergolong wajar karena efek pelepasan obat belum habis. Jika ingin merencanakan kehamilan, hendaknya hentikan pemakaian KB suntik beberapa bulan sebelumnya.

 

 

4. Gairah Seks Menurun

 

Salah satu cara kerja hormon progestin adalah mengentalkan lendir pada vagina. Selain itu, suntikan progestin dapat mengubah makanan yang mengandung karbohidrat menjadi lemak yang sulit bereaksi terhadap air. 

 

Artinya, semakin banyak kadar lemak di badan semakin sedikit pula kadar air di tubuhnya. Hal ini membawa pengaruh pada vagina yang menjadi lebih kering. 

 

Kondisi ini mampu menimbulkan rasa sakit pada saat berhubungan seksual. Jika dibiarkan terlalu lama, hal ini dapat menyebabkan menurunnya gairah seksual. 

 

Anda bisa menyiasatinya dengan melakukan foreplay (pemanasan sebelum berhubungan) yang lebih lama maupun menggunakan lubricant (pelumas) untuk mengurangi rasa sakit karena gesekan. Jika anda dan pasangan masih tetap tidak nyaman, konsultasikan dengan tenaga medis untuk kemungkinan berganti metode kontrasepsi.

 

 

5. Sakit Kepala, Nyeri Payudara, dan Perubahan Mood

 

Ketiga efek di atas merupakan efek samping dari perubahan hormonal setelah disuntikkannya progestin ke dalam tubuh. Pada beberapa wanita, suasana hati cepat berubah dan timbul amarah yang lebih sering dari biasanya. 

 

Semua efek samping di atas, termasuk pusing, nyeri payudara, berkunang-kunang, bukanlah gejala penyakit tertentu namun murni karena perubahan hormon. Meskipun cukup umum, tidak semua pengguna KB suntik mengalaminya. 

 

Untuk mengurangi rasa nyeri, anda bisa meminum parasetamol. Namun jika dirasa sangat mengganggu, konsultasikan pada bidan atau dokter kandungan.

 

 

6. Kepadatan Tulang Berkurang

 

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan KB suntik dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya penipisan tulang yang akhirnya menjadi penyebab penurunan kepadatan tulang (osteoporosis). 

 

Karena itu, pengguna disarankan untuk melakukan konsultasi ke tenaga kesehatan setiap dua tahun sekali.

 

 

7. Timbul Jerawat

 

Perubahan hormon yang terjadi akibat KB suntik dapat menyebabkan gangguan pada kulit, seperti munculnya jerawat. Hormon progestin dapat menyebabkan sekresi pada kelenjar minyak dan lemak di wajah secara berlebihan. 

 

Efeknya, timbullah jerawat sebagai akibat dari penyumbatan pori-pori. Untuk mengurangi kemungkinan timbulnya jerawat, jaga kebersihan wajah dengan rajin mencuci muka sebelum tidur untuk membersihkan sisa make up atau kotoran yang menempel setelah beraktivitas.

 

 

8. Tidak Terlindung Dari PMS

 

Kontrasepsi jenis suntik hanya mampu mencegah kehamilan, namun tidak memberikan perlindungan dari penyakit menular seksual (PMS). Karena itu, jika anda kuatir terkena PMS dari pasangan sebaiknya gunakan kondom saat berhubungan seksual.

 

Anda perlu mempertimbangkan untuk berganti jenis kontrasepsi jika haid yang tidak teratur muncul setelah beberapa bulan haid yang normal atau tanpa haid. Begitu juga dengan sakit kepala. 

 

Jika sakit kepala yang muncul berupa migrain yang diawali dengan gangguan visual, indra, bicara, atau gerak/motorik, konsultasikan pada tenaga kesehatan untuk pilihan jenis kontrasepsi yang lebih aman. 

 

Namun, ketika Anda atau pasangan merasa tidak nyaman dengan efek samping KB suntik –meskipun hal tersebut wajar terjadi-, Anda tetap bisa memilih jenis kontrasepsi lainnya.

 

Masih bingung dan butuh saran medis yang lebih akurat dan terpercaya? Tanyakan saja masalah kesehatan Anda ke dokternya langsung lewat aplikasi Halodoc! Di situ Anda dapat berkonsultasi langsung dengan para dokter melalui fitur "Contact Doctor" yang tersedia via Chat dan Voice/Video Call.

 

Yuk download Halodoc di Google Play dan App Store dan temukan solusi medis terpercaya seputar kesehatan Anda!