Salah satu alat kontrasepsi hormonal yang umum digunakan oleh masyarakat di Indonesia adalah pil kombinasi dan suntik.

 

Hal yang paling ramai dibicarakan oleh masyarakat tentang kontrasepsi hormonal salah satunya adalah tentang efek sampingnya yaitu berhentinya menstruasi, terutama pada beberapa bulan awal pemakaian. Akibatnya sering timbul kekhawatiran bahwa darah menstruasi yang tadinya keluar setiap bulan kini tertampung di dalam perut. 

 

Ada baiknya kita memahami dahulu kandungan hormon yang terdapat didalam kontrasepsi hormonal dan mengetahui cara kerja hormon tersebut sebelum tenggelam dalam kekhawatiran lebih dalam.

 

 

Kandungan apa sih yang ada dalam kontrasepsi hormonal?

 

Sebagian besar metode hormonal umumnya bergantung pada hormon estrogen dan progesteron. Untuk pil kombinasi sesuai namanya mengandung kombinasi estrogen dan progesteron.

 

 

Bagaimana cara kerjanya?

 

Tubuh kita memiliki mekanisme untuk mengatur dirinya sendiri, dengan melakukan pemasukan estrogen dan progesteron, maka otak akan secara mandiri mendeteksi kadar estrogen dan progesteron yang sudah cukup didapat dari penggunaan kontrasepsi hormonal, akibatnya tubuh akan dengan sendirinya menghentikan pengeluaran hormon yang akan memicu pengeluaran estrogen dan progesteron. 

 

Dengan tidak adanya hormon tersebut maka pelepasan telur atau ovum dari indung telur akan dicegah. Sehingga saat melakukan hubungan, tidak ada telur yang dapat dibuahi oleh sperma. 

 

Selain itu hormon estrogen dan progesteron juga memiliki mekanisme lain dalam bekerja, yaitu menebalkan lendir mulut rahim, sehingga menyulitkan sperma untuk bertemu telur, dan juga menipiskan lapisan dinding rahim sehingga membuat dinding menjadi lingkungan yang tidak baik bagi telur. 

 

 

Efek sampingnya pada tubuh kita?

 

Penggunaan kontrasepsi hormonal pada tubuh dapat memberikan efek samping, karena kita melakukan perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron pada tubuh. 

 

Salah satu efek samping yang paling umum terjadi adalah pada saat saat awal penggunaannya yaitu siklus menstruasi dapat menjadi tidak teratur, semakin pendek atau sedikit, atau bisa tidak menstruasi. 

 

Namun seiring dengan waktu penggunaannya, efek samping tersebut umumnya dapat hilang dan menstruasi menjadi lebih teratur dan mengeluarkan darah menstruasi hanya sedikit. 

 

Efek samping pada gangguan pola menstruasi tidak perlu dikhawatirkan karena bersifat aman dan tidak berbahaya bagi tubuh, seperti yang sudah di bahas oleh SKATA pada artikel menstruasi, hanya saja pada beberapa orang efek samping tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Apabila sangat mengganggu, sebaiknya pergi ke fasilitas kesehatan untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Mungkin saja ada ketidakcocokan pada kontrasepsi hormonal yang dipilih sehingga perlu untuk mempertimbangkan untuk mengganti 

 

 

Bila tidak haid? Apakah darah saya menumpuk dan menjadi penyakit?

 

Memang pada sebagian pengguna kontrasepsi hormonal, menstruasi kerap tidak terjadi dan memang merupakan variasi dari efek samping kontrasepsi hormonal yang berbeda di masing-masing pengguna. 

 

Tidak perlu khawatir, karena sebenarnya darah tidak akan menumpuk jika tidak menstruasi. Sebetulnya kondisi tidak menstruasi ini sama dengan kondisi ibu hamil tidak mengalami menstruasi selama 9 bulan atau lebih. 

 

Jadi pada beberapa orang penebalan dinding rahim yang umumnya terjadi dengan alami, secara efektif ditekan oleh penggunaan kontrasepsi hormonal, sehingga akibatnya tidak terjadi peluruhan dinding rahim. 

 

Pandangan bahwa kalau tidak menstruasi selama penggunaan kontrasepsi hormonal mengakibatkan tertahannya darah dalam rahim adalah mitos belaka. Karena kontrasepsi hormonal bekerja dengan cara mencegah terjadinya pelepasan telur dan menipiskan dinding rahim, bukan dengan cara menutupi jalan lahir.

 

Masih bingung dan butuh saran medis yang lebih akurat dan terpercaya? Tanyakan saja masalah kesehatan Anda ke dokternya langsung lewat aplikasi Halodoc! Di situ Anda dapat berkonsultasi langsung dengan para dokter melalui fitur "Contact Doctor" yang tersedia via Chat dan Voice/Video Call.

 

Yuk download Halodoc di Google Play dan App Store dan temukan solusi medis terpercaya seputar kesehatan Anda!