Menstruasi merupakan proses normal yang kerap terjadi pada setiap wanita. Namun, banyak sekali pemahaman di masyarakat yang masih salah mengenai menstruasi ini. 

 

Tersebar berbagai mitos tentang menstruasi yang belum tentu benar dan perlu untuk diluruskan agar kita dapat memahami tubuh kita sendiri dengan lebih baik. 

 

Penting untuk memahami terjadinya menstruasi sehingga kita dapat menampik mitos-mitos menstruasi yang selama ini beredar.

 

 

Apa itu menstruasi?

 

Menstruasi adalah proses yang normal pada setiap wanita yang ditandai dengan luruhnya dinding dalam rahim sehingga keluar perdarahan dari jalan lahir disertai nyeri haid. Proses menstruasi ini diatur oleh tubuh kita oleh sebuah sistem di otak. 

 

Saat seorang wanita telah cukup dewasa, maka sistem ini telah matang dan proses menstruasi pun berlangsung. 

 

Proses menstruasi ini diawali oleh meningkatnya hormon FSH (follicle stimulating hormone) yang akan mematangkan sel telur/ovum dari ovarium dan setelah matang akan terjadi peningkatan hormon LH (luteinizing hormone) dan terjadilah ovulasi (keluarnya ovum dari ovarium). 

 

Sementara pematangan sel telur terjadi, di dalam rahim terjadi pematangan rahim yang mana dibantu oleh hormon estrogen menyebabkan dinding rahim untuk menebal. 

 

Setelah menebal dan terjadi ovulasi, hormon progesteron mulai meningkat dan dinding rahim akan matang dan siap untuk menerima calon janin jika sel telur dibuahi oleh sperma. Jika tidak ada calon janin, maka dinding rahim akan luruh dan terjadilah menstruasi. 

 

Menstruasi sendiri bukanlah darah kotor. Darah kotor dalam istilah medis adalah darah yang tidak mengandung oksigen. Menstruasi adalah darah dan jaringan hasil luruhnya dinding rahim, sehingga bukan darah yang berbahaya.

 

 

Mitos menstruasi yang salah

 

 

Tidak Menstruasi, Darah Akan Menumpuk di Dalam Tubuh

Jika tidak menstruasi, bukan berarti darah menstruasi tidak keluar dan akan menumpuk dalam tubuh. Darah tidak keluar itu bila memang terdapat kelainan bentuk sejak lahir seperti selaput dara menutup seluruhnya, maka mungkin saja darah tidak keluar karena tidak ada saluran keluarnya. Umumnya kelainan ini jarang terjadi pada wanita.

 

Apabila tidak terjadi menstruasi, maka kemungkinan ada penyebab yang mendasarinya, baik kehamilan atau gangguan hormonal, dan faktor lainnya, bukanlah darah kotor yang tidak keluar. Jika mengalami hal ini dalam durasi yang cukup lama segera kunjungi fasilitas kesehatan untuk bertemu dokter atau bidan.

 

 

Saat Menstruasi tidak boleh Keramas

Saat sedang menstruasi, tidak ada larangan untuk keramas. Keramas adalah hal yang normal dilakukan dan tidak perlu dihentikan saat sedang menstruasi. 

 

Keramas tidak akan menyebabkan menstruasi menjadi lebih nyeri. Jika keramas dapat membuat rileks, maka dianjurkan untuk keramas dan keringkan rambut dengan baik. Buatlah diri senyaman mungkin.

 

 

Tidak boleh makan buah nanas saat menstruasi

Selama mens juga dianjurkan untuk makan teratur dan bernutrisi serta sehat. Makanlah makanan dengan gizi seimbang sehingga dapat mencukupi kebutuhan ibu. Buah nanas yang sudah tua mengandung vitamin C yang baik untuk kesehatan dan tidak berbahaya untuk mens ibu.

 

 

Mempercepat masa menstruasi dengan meminum minuman bersoda

Minum soda tidak akan memperpendek periode menstruasi. Soda mengandung kafein yang mana justru dapat menyebabkan periode menstruasi memanjang dan juga perdarahan menstruasi yang lebih berat. 

 

Tentu hal ini tidak nyaman. Dianjurkan untuk menggantinya dengan susu coklat yang dapat membantu untuk membuat ibu lebih rileks.

 

 

Berhubungan seks saat menstruasi tidak akan hamil

Menstruasi tidak memastikan bahwa tidak akan hamil setelah berhubungan seksual. Setiap ibu memiliki rentan waktu menstuasi yang berbeda-beda dan resiko kehamilan akan lebih tinggi pada wanita dengan rentan waktu antar menstruasi yang lebih singkat. 

 

Sperma juga dapat bertahan hidup selama 72 jam setelah dikeluarkan. Sehingga, kemungkinan untuk terbentuk calon janin tetap ada. Semakin mendekati masa akhir dari periode menstruasi, resiko hamil juga akan semakin meningkat. 

 

Ovulasi biasanya terjadi 14 hari setelah menstruasi hari pertama. Sehingga, jika sperma dapat bertemu dengan sel telur ini, kehamilan akan terjadi. Oleh karena itu, walaupun resiko hamil lebih kecil, bukan sama sekali tidak mungkin hamil.

 

 

Tidak boleh memotong kuku dan rambut atau mencatnya saat menstruasi

Memotong kuku dan rambut tidak ada hubungan dengan menstruasi. Mengecat rambut tidaklah dilarang selama menstruasi. Dari segi kesehatan, tidak ada hubungan antara semua hal tersebut dengan kesehatan ibu.

 

 

Tidak membersihkan pembalut sebelum dibuang, akan jadi makanan mahluk halus

Membersihkan pembalut sebelum dibuang adalah kepentingan higenitas semata tanpa ada manfaat yang bermakna. Membuang pembalut dapat dengan melipatnya dan membungkusnya saja dalam plastik kemudian diikat sebelum dibuang. 

 

 

Menstruasi terjadi dikarenakan berbagai perubahan hormon tubuh. Dengan mengenali kondisi tubuh, maka kita dapat merawat diri dengan lebih baik.

 

Masih bingung dan butuh saran medis yang lebih akurat dan terpercaya? Tanyakan saja masalah kesehatan Anda ke dokternya langsung lewat aplikasi Halodoc! Di situ Anda dapat berkonsultasi langsung dengan para dokter melalui fitur "Contact Doctor" yang tersedia via Chat dan Voice/Video Call.

 

Yuk download Halodoc di Google Play dan App Store dan temukan solusi medis terpercaya seputar kesehatan Anda!



Konsultasi dengan dokter