Delapan dari 10 penderita kanker prostat berusia diatas 65 tahun. Meskipun demikian, bukan berarti Anda bisa “cuek” menjaga kesehatan. Jangan sampai gaya hidup anda sekarang menjadi penyebab timbulnya penyakit ini di masa tua nanti.

 

Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat, kelenjar kecil di panggul pria yang merupakan bagian dari sistem reproduksi. Letaknya berada di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra, yaitu saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke penis. 

 

Sebagai organ reproduksi, prostat menghasilkan cairan yang menyuburkan sperma. Cairan ini dikeluarkan bersama dengan sperma sebagai air mani.

 

Kanker pada prostat terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali. Sel abnormal ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, terutama tulang dan lymph node. Namun, pada umumnya kanker prostat tumbuh secara perlahan dan tidak menyebar.

 

Pada stadium awal, gejala kanker prostat tidak terasa. Gejalanya baru muncul ketika prostat membengkak dan mulai memengaruhi uretra. Karena kinerja kelenjar prostat, kandung kemih, dan uretra saling berkait, maka gejala yang muncul biasanya berhubungan dengan proses berkemih, antara lain:

• Nyeri seperti terbakar ketika buang air kecil 

• Kesulitan saat mulai berkemih maupun menghentikannya

• Adanya darah dalam air seni 

 

Gejala lain seperti nyeri ketika ejakulasi, darah di cairan semen, disfungsi ereksi, maupun rasa kebas, bengkak, dan nyeri di area panggul dan kaki juga dapat muncul.  

 

Penyebab kanker prostat sendiri masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor resiko yang mampu membuat seseorang lebih rentan terkena kanker prostat.

 

Usia 

Kanker prostat jarang ditemui pada pria di bawah 40 tahun, namun kemungkinannya meningkat drastis di atas usia 50 tahun. 

 

Riwayat keluarga

Pada beberapa kasus, kanker prostat muncul pada pria yang memiliki riwayat kanker prostat pada keluarganya. Faktor genetis semacam ini memperbesar potensi seseorang untuk terkena kanker prostat hingga dua kali lipat jika ayah ataupun saudara laki-lakinya juga menderita kanker prostat. 

 

Ras

Kanker prostat lebih sering dijumpai pada pria keturunan Afrika-Amerika dan orang Karibia berdarah Afrika. Alasannya masih belum dapat dipastikan. 

 

Faktor geografis

Kanker prostat paling umum terjadi di Amerika Utara, Eropa barat laut, Australia, dan kepulauan Karibia. Meskipun tidak ada alasan yang jelas, perbedaan gaya hidup diduga memegang peranan. 

 

Makanan

Konsumsi kalsium yang tinggi, baik lewat makanan maupun suplemen, dapat meningkatkan risiko tumbuhnya sel kanker. Begitu juga dengan konsumsi daging merah dan produk turunan susu (dairy product).

 

Obesitas

Kelebihan berat badan mampu memperbesar kemungkinan seseorang untuk menderita kanker prostat yang ganas. 

 

Paparan bahan kimia berbahaya

 

Merokok

Apakah merokok dapat menyebabkan kanker masih menjadi perdebatan. Namun, penderita kanker prostat yang merokok memiliki kemungkinan lebih besar untuk meninggal dibandingkan mereka yang tidak merokok. Bahkan setelah kelenjar prostat diangkat pun, sel kanker dapat kembali jika orang tersebut dulunya merupakan perokok.

 

 

Untuk melakukan deteksi dini kanker prostat, ada beberapa tes yang dapat dilakukan. Tes colok dubur dilakukan dengan cara meraba kelenjar prostat melalui rektum untuk menemukan ketidaknormalan pada tekstur, bentuk, maupun ukuran kelenjar prostat. 

 

Tes PSA juga dapat dilakukan untuk mengetahui kadar PSA dalam darah. PSA adalah protein yang dihasilkan kelenjar prostat. Kadar PSA yang tinggi menjadi salah satu indikator.

 

TRUS menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan citra prostat pasien dengan alat yang diletakkan di rektum, sementara biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan prostat untuk kemudian diteliti.

 

Terlepas dari risiko genetis dan usia, anda tetap dapat memperkecil risiko terkena kanker prostat dengan langkah-langkah berikut:

 

Menambahkan ikan dalam menu harian

Ikan sarden, tuna, salmon, dan mackerel mengandung asam lemak omega-3 yang dapat menurunkan risiko anda mengalami kanker prostat. Suplemen minyak ikan juga dapat membantu.

 

Memperbanyak makan buah dan sayur

Sayuran hijau mengandung senyawa yang dapat menghancurkan zat pemicu kanker selama proses memasaknya tidak sampai menghilangkan kandungan nutrisi didalamnya. Vitamin dan nutrisi di dalam sayur juga mampun mencegah penyebaran kanker.

 

Konsumsi tomat dan buah berwarna merah

Tomat dan buah berwarna merah lainnya mengandung lycopene, sejenis antioksidan yang mampu memperkecil kemungkinan terkenan kanker prostat. Sebaiknya, tomat dimasak terlebih dahulu agar tubuh lebih mudah menyerap lycopene. 

 

Berhenti merokok

Merokok dapat memperburuk kondisi kanker prostat. Risiko kematian pun dihadapi oleh mantan perokok. Tidak ada kata terlambat untuk berhenti. 

 

Olahraga

Lemak yang menumpuk di area perut dan panggul meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker prostat. Dengan berolahraga secara teratur, anda dapat menjaga berat badan dan memperbaiki metabolism tubuh. 

 

Masih bingung dan butuh saran medis yang lebih akurat dan terpercaya? Tanyakan saja masalah kesehatan Anda ke dokternya langsung lewat aplikasi Halodoc! Di situ Anda dapat berkonsultasi langsung dengan para dokter melalui fitur "Contact Doctor" yang tersedia via Chat dan Voice/Video Call.

 

Yuk download Halodoc di Google Play dan App Store dan temukan solusi medis terpercaya seputar kesehatan Anda!