Mendengar kata “Kanker Prostat” bisa membuat pria ketakutan -- sama efeknya dengan wanita ketika dihadapkan pada kata “Pelakor”. 

 

Menurut rilis yang dilansir oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2015 kanker prostat merupakan jenis kanker yang menyerang 30% kaum pria di Indonesia. 

 

Angka ini membawa kanker prostat ke peringkat pertama sebagai jenis kanker yang mudah diidap oleh lelaki di Indonesia. Masih dari laporan yang sama kanker prostat juga merupakan penyakit nomor enam yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia. 

 

Pertanyaan paling standar ketika seorang laki-laki mengetahui dirinya terkena kanker prostat tidak jauh-jauh dari soal kesuburan. 

 

Hmmm…..memang kalau laki-laki terkena kanker prostat pasti mandul ya?

 

 

Mengenal kanker prostat dan sumber masalahnya

 

Kanker prostat disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali dalam kelenjar prostat. Secara sederhana kelenjar prostat bekerja untuk menciptakan cairan yang menyuburkan dan melindungi sperma. Ketika sperma keluar saat ejakulasi, cairan ini juga turut keluar sebagai air mani.

 

Kanker prostat bisa tidak menunjukkan gejala apapun ketika mulai terbentuk. Gejala-gejala seperti meningkatnya intensitas kencing di malam hari, rasa nyeri ketika kencing dan ejakulasi sampai kencing dan ejakulasi yang bercampur darah biasanya baru muncul ketika kanker sudah menyebar keluar kelenjar prostat.

 

 

Apakah kanker prostat sama dengan kemandulan bagi pria?

 

Anggapan bahwa kanker prostat selalu berbanding lurus dengan kemandulan sebenarnya tidak tepat. Menurut dr Yudi dari RSU Tarakan kanker prostat tidak akan serta merta menyebabkan kemandulan pada pria. 

 

Proses pengobatan kanker prostat akan membuat dokter meresepkan obat anti hormon yang bisa menurunkan level progesteron. Dampaknya pria bisa mengalami kesulitan ereksi. 

 

Namun ini bukan berarti seorang pria akan mandul. Pria dengan kanker prostat tetap dapat memiliki keturunan selama sperma dengan kualitas normal masih dapat disemprotkan ke rahim. 

 

“Pria yang bisa ereksi sempurna bisa saja tidak mampu menghasilkan keturunan karena kualitas sperma yang buruk.”, jelas dr Yudi.

 

 

Pengobatan kanker prostat bisa mempengaruhi kualitas kesuburan. Namun....

 

Segera setelah terdeteksi pengobatan harus segera dilakukan pada pasien kanker demi mempertahankan harapan hidup. Pengobatan kanker yang paling umum direkomendasikan untuk pengidap kanker prostat adalah:

 

- Kemoterapi

- Imunoterapi

- Terapi hormon

- Terapi stem cell

- Radiasi

- Pembedahan

 

 

Berbagai jenis pengobatan ini bisa mempengaruhi kemampuan ereksi dan kualitas kesuburan pria lewat dua penyebab utama:

 

 

1. Gangguan atau kerusakan pada kelenjar endokrin

 

Proses pengobatan bisa mengakibatkan gangguan dan kerusakan pada kelenjar-kelenjar yang berfungsi menjaga kualitas kesuburan pria. Akibatnya pria bisa mengalami disfungsi ereksi, hingga mengalami penurunan kualitas sperma.

 

 

2. Perubahan pada otak

 

Efek pengobatan kanker juga dapat menciptakan perubahan pada otak yang berpengaruh pada gangguan dalam sistem kerja endokrin. Gangguan ini menyebabkan perubahan kemampuan tubuh untuk memproduksi speram hingga mempengaruhi kemampuan ereksi dan ejakulasi.

 

Pengobatan kanker memang memilki efek samping. Namun memilih tidak mengobati kanker karena efek sampingnya pada kesuburan dapat menurunkan kualitas hidup jauh lebih buruk.

 

 

Bagi penderita kanker prostat, ini 3 cara untuk tetap menjaga kesehatan reproduksi

 

Semakin berkembangnya teknologi di dunia medis pria dengan kanker prostat tetap dapat mencegah memburuknya kualitas organ reproduksi mereka. Berikut adalah beberapa cara yang bisa ditempuh:

 

1. Pasien bisa menggunakan perisai anti radiasi demi mengurangi dampak radiasi terhadap kualitas sperma di organ testis.

 

2. Menginvestasikan sperma melalui bank sperma. Dengan cara ini sperma bisa disimpan untuk digunakan saat pria ingin memiliki keturunan. Cara ini bisa dilakukan sebelum pasien mulai melakukan pengobatan kanker prostat.

 

3. Melakukan IVF atau bayi tabung. Ini adalah cara yang bisa ditempuh ketika jumlah sperma yang dihasilkan melalui ejakulasi terlalu sedikit. Dengan metode ini sperma langsung dipertemukan dengan sel telur dengan metode injeksi. 

 

 

Penderita kanker prostat tidak perlu takut akan kesuburannya. Saat ini sudah banyak metode yang bisa dilakukan demi mengurangi dampak pengobatan dari kanker prostat. Yang terpenting jaga gaya hidupmu ya para kaum pria supaya terhindar dari penyakit yang satu ini!

 

Masih bingung dan butuh saran medis yang lebih akurat dan terpercaya? Tanyakan saja masalah kesehatan Anda ke dokternya langsung lewat aplikasi Halodoc! Di situ Anda dapat berkonsultasi langsung dengan para dokter melalui fitur "Contact Doctor" yang tersedia via Chat dan Voice/Video Call.

 

Yuk download Halodoc di Google Play dan App Store dan temukan solusi medis terpercaya seputar kesehatan Anda!