Tahun baru jadi momentum bagi sebagian besar orang untuk memulai resolusi hidup sehatnya.  Barangkali kamu salah satunya. 

Apakah kamu sudah punya resolusi untuk lebih sering berolahraga? Atau ingin mulai mengurangi konsumsi makanan yang berlemak dan mengandung banyak gula mulai tahun ini?

 

Tapi sudahkah menjaga kesehatan organ reproduksi jadi resolusimu tahun ini? Padahal, hal yang satu ini jauh lebih penting disbanding sekadar menjaga penampilanmu lho!

 

 

Seberapa pentingkah menjaga kesehatan organ reproduksi?

 

Organ reproduksi memiliki tugas yang sangat penting, yaitu sebagai pintu awal untuk menghasilkan keturunan. Proses kehamilan selama sembilan bulan adalah sebuah tugas berat yang membutuhkan kondisi prima rahim tempat janin bernaung.

 

Pada masa konsepsi pun, tingkat keberhasilan pembuahan sangat dipengaruhi oleh seberapa sehat organ reproduksi calon ibu, yang mencakup vagina, rahim, tuba falopi, dan ovarium.

 

Kelainan maupun disfungsi pada salah satu bagian tersebut tidak hanya dapat menyebabkan seseorang sulit hamil, namun juga dapat menjadi penyakit ganas seperti kanker. 

 

Supaya kesehatan alat reproduksi terjaga, enam cara ini wajib kamu terapkan dalam berbagai kegiatan harian ya!

 

 

Gunakan alat kontrasepsi

 

Wanita yang sudah aktif secara seksual wajib melindungi dirinya dari penyakit menular seksual, salah satunya adalah dengan menggunakan kondom. Kondom efektif mencegah penularan penyakit menular seksual seperti gonore (kencing nanah) dan klamidia.

 

Kenapa penyakit menular seksual berbahaya? Gonore bisa menginfeksi leher rahim hingga indung telur, sementara klamidia yang tidak diobati mampu menyebar ke rahim dan tuba falopi. Semuanya bisa berujung pada infertilitas. 

 

Sejauh ini, kondom juga mampu mencegah penularan HIV/AIDS yang bisa ditularkan dari ibu ke bayinya ketika di dalam kandungan.

 

 
Rencanakan kehamilan

 

Merencanakan kehamilan berarti memberi dirimu sendiri waktu untuk mengatur pola makan, menjaga kebugaran, dan melakukan beberapa tes kesehatan untuk memastikan anda tidak tertular virus yang berbahaya bagi janin.

 

Melakukan perencanaan kehamilan secara sadar sama dengan membangun kesiapan untuk menyiapkan rumah terbaik bagi calon buah hati.

Langkah-langkah ini akan membantumu mempersiapkan organ reproduksi menjalani proses kehamilan dan persalinan dengan lebih baik. 

 

 

Jangan sepelekan pemeriksaan rutin selama kehamilan dan pasca melahirkan

 

Kehamilan dan persalinan merupakan “tugas terberat” organ kesehatan reproduksi wanita. Karena itu, selama menjalani kehamilan, seorang wanita disarankan untuk rutin memeriksakan kandungannya ke bidan atau dokter kandungan.

 

Tidak hanya untuk mengetahui kondisi janin dari hari ke hari, pemeriksaan rutin juga membantu tenaga kesehatan terkait untuk memutuskan bentuk persalinan yang aman bagi ibu dan bayinya.

 

Hal ini sangat penting mengingat pasca persalinan, organ reproduksi wanita akan kembali aktif untuk berhubungan seksual maupun untuk menjalani kehamilan berikutnya.  

 

 
Tidur cukup dan kelola stres

 

Meski tampak sepele, kurang tidur ternyata berpengaruh pada fertilitas. Saat tidur, tubuh memperbaiki sel-sel dan mengatur kinerja hormon, termasuk hormon kesuburan seperti estrogen, progresteron, LH, dan FSH. Kurangnya waktu tidur mampu mengganggu mekanisme kerja hormon, salah satunya dalam bentuk haid yang tidak teratur. 

 

Begitu juga dengan stres. Saat kamu stres, tubuh memproduksi hormon kortisol. Hormon ini berasal dari progesteron, yang juga menghasilkan estrogen dan testosteron.

 

Semakin tinggi kadar stress seseorang, semakin banyak hormon kortisol yang diproduksi. Ini berarti, progesteron tidak akan memprioritaskan produksi kedua hormon yang lain. Padahal, testosteron diperlukan untuk memproduksi sel telur pada wanita. 

 

 

Hindari rokok dan alkohol

 

Saat seseorang merokok, lebih dari 7000 zat kimia menyebar ke dalam seluruh bagian tubuh dan organ tubuh. Hal ini dapat memicu ketidaksuburan, termasuk dalam bentuk gangguan ovulasi, kerusakan organ reproduksi, kerusakan sel telur, serta meningkatnya resiko kanker dan keguguran.

 

Minuman beralkohol pun efeknya tidak jauh beda pada organ reproduksi wanita, yaitu mulai dari siklus menstruasi yang tidak teratur, infertilitas akibat ovulasi yang tidak teratur, hingga menopause dini.

 

 
Jadwalkan cek kesehatan organ reproduksi 

 

Meskipun tidak ada keluhan, melakukan cek kesehatan sebaiknya tetap dilakukan. Penyakit seperti kanker tidak langsung muncul dengan keluhan berarti, sementara keberhasilan pengobatannya tergantung dari seberapa cepat penyakit tersebut dideteksi.

 

Segera konsultasikan ke dokter kandungan jika ada keluhan. Jika kamu berencana untuk segera hamil setelah menikah, lakukan pemeriksaan sebelum menikah (contohnya tes TORCH) untuk menghindari terjadinya gangguan kehamilan.

 

Untuk wanita yang aktif secara seksual, lakukan pap smear secara rutin untuk mendeteksi bibit kanker serviks. 

Nah, tidak susah bukan? Tidak ada kata terlambat untuk memulai lebih peduli pada kesehatan organ reproduksimu. Manfaatnya jelas tidak hanya untuk saat ini, tetapi hingga kelak berumah tangga dan memiliki keturunan. 

 

Masih bingung dan butuh saran medis yang lebih akurat dan terpercaya? Tanyakan saja masalah kesehatan Anda ke dokternya langsung lewat aplikasi Halodoc! Di situ Anda dapat berkonsultasi langsung dengan para dokter melalui fitur "Contact Doctor" yang tersedia via Chat dan Voice/Video Call.

 

Yuk download Halodoc di Google Play dan App Store dan temukan solusi medis terpercaya seputar kesehatan Anda!