Pasangan muda yang baru saja menikah tentu saja memiliki waktu yang lebih dari cukup untuk dihabiskan berdua saja. Namun, setelah memiliki anak, banyak hal yang harus disesuaikan.

 

Meskipun jumlah anak dan jarak kelahiran sudah direncanakan dengan baik, tetap saja ada suka duka yang mewarnai kehidupan pasangan muda, khususnya di lima tahun pertama perkawinan.

 

Lalu, bagaimana cara mengatasinya agar kehidupan perkawinan tetap indah?

 

 

Miliki waktu berdua

 

Dulu, mungkin masing-masing masih memiliki waktu untuk melakukan hobi dan sekadar keluar untuk makan malam berdua. Dengan hadirnya anak, anda dan pasangan harus membagi perhatian untuk anak juga, tanpa mengabaikan pasangan.

 

Mungkin akhir pekan menjadi saat yang menyenangkan sebagai sebuah keluarga, namun anda tetap harus menyediakan waktu untuk dihabiskan berdua saja agar kemesraan tetap terjaga. Tidak perlu harus keluar rumah, menonton serial televisi favorit setelah anak tidur pun bisa dianggap sebagai “we time”, lho!

 

 

Komunikasikan pembagian peran 

 

Bagi pasangan muda yang telah memiliki anak, hadirnya buah hati mau tidak mau akan mengubah ritme berumah tangga yang selama ini telah dijalani dengan pasangan. Istri akan menjadi lebih sibuk dengan urusan anak, khususnya di tahun awal kehadiran bayi.

 

Dengan kesibukan sebagai ibu baru, mau tidak mau suami harus bisa turut proaktif membantu tugas-tugas yang selama ini menjadi ranah domestik. Adanya ART atau babysitter bisa sangat membantu, namun jika anda hanya berdua maka komunikasikan pada pasangan apa saja yang bisa dilakukan masing-masing.

 

Hal ini untuk menghindari salah satu pihak merasa pihak yang lain terlalu banyak menyuruh, atau sebaliknya, tidak mau membantu. Masalah sederhana semacam ini bisa menjadi sumber pertengkaran yang menguras energi cinta anda dan bukan tidak mungkin akan berpengaruh pada urusan ranjang.

 

 

Ketahui bahasa cintanya

 

Rutinitas memang harus dijalani. Meskipun anda dan pasangan tetap tidak bisa mencuri waktu untuk pergi berdua, anda bisa selalu menunjukkan kasih sayang dan perhatian anda. Kirimkan pesan singkat berisi kata I love you, peluk pasangan setiap pulang kerja, atau buat makanan kesukaannya setiap akhir pekan.

 

Jika ternyata pasangan bersikap biasa saja? Jangan lantas berkecil hati. Siapa tahu bahasa cinta anda dan pasangan berbeda.

 

Menurut Gary Chapman dalam buku The 5 Languages of Love, ada lima cara mengungkapkan cinta, yaitu mengungkapkan pujian/dukungan, menghabiskan waktu bersama (quality time), memberi hadiah, memberikan bantuan, dan melalui sentuhan dan belaian.

 

Suami yang bahasa cintanya pujian mungkin merasa biasa saja jika diberi kado kejutan. Namun, ia akan sangat senang jika istrinya mendengarkan omongannya, mengiyakan, serta menutupnya dengan pujian.

 

Istri yang bahasa cintanya bantuan, mungkin akan tetap merasa sedih jika suaminya sering memeluknya tetapi cuek ketika ia kerepotan dengan urusan anak dan rumah. Tidak ada salahnya memberi tahu pasangan apa bahasa cinta anda, meskipun perkawinan sudah berjalan lima tahun dan anda merasa sudah saling mengenal satu sama lain.

 

Siapa tahu, ini bisa meningkatkan kualitas hubungan anda.

 

 

Cari kebaikan pasangan

 

Jika di tahun pertama menikah, anda dan pasangan dibuat kaget oleh kebiasaan masing-masing yang tidak nampak saat berpacaran, maka menuju tahun ke lima anda mungkin makin banyak menemui kebiasaan, karakter, sifat yang anda tidak sukai dari pasangan.

 

Setiap manusia dibesarkan dengan cara yang berbeda hingga akhirnya menjadi manusia dewasa dengan karakter yang terinternalisasi selama bertahun-tahun. Berubah demi pasangan (maupun mengubah pasangan) bukanlah hal yang dapat terjadi dalam semalam.

 

Alih-alih terus mengkritik pasangan jika ia terus meletakkan handuk basah di tempat tidur, carilah kebaikannya. Tidak perlu mengingat kebaikan yang ia lakukan saat awal menikah, carilah kebaikannya di hari itu yang menurut anda layak diapresiasi, sesederhana membuatkan teh hangat di pagi hari atau membantu membuat janji ke dokter anak. Ucapkanlah terima kasih yang tulus setelahnya.

 

Dari sekian banyak kebiasaan buruk pasangan, tentu anda bisa menemukan lebih banyak lagi kebaikannya. Kalau perlu, tuliskan pada secarik kertas dan tempel di pintu kulkas. Dengan berfokus pada kebaikan pasangan, suasana hati anda pun akan menjadi lebih positif dan tidak mudah “panas” jika menemui hal yang tidak menyenangkan dari pasangan. Kebiasaan kecil semacam ini dapat menyelamatkan anda dan pasangan dari pertengkaran yang tidak perlu, asal tidak ada yang gengsi untuk mulai terlebih dahulu,

 

Cukup sederhana bukan? Selamat mencoba! 

 

 

Editor: Elvin Eka Aprilian