Kebanyakan ibu hamil baru mulai mengatur asupan makanan bergizi sejak dinyatakan hamil. Padahal, ketika alat tes kehamilan menunjukkan tanda positif, usia kehamilan biasanya sudah mencapai empat minggu.

 

Memang tidak terlambat untuk memulai makan makanan bergizi untuk janin, namun sebaiknya kita mempersiapkan kondisi tubuh yang prima untuk kehamilan sejak kita mulai merencanakan kehamilan.

 

Pasangan muda yang ingin segera mendapatkan keturunan biasanya banyak berfokus ke proses pembuahan, seperti frekuensi hubungan seksual maupun menghitung masa subur. Asupan makanan yang seimbang untuk calon ibu terkadang terlewat.

 

Padahal, kesuburan seseorang juga turut dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makannya. Karena itu, ada baiknya kita memperbaiki pola makan kita dengan memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

 

 

Konsumsi Asam Folat

 

Apa sih manfaat asam folat? Asam folat ternyata mampu mengurangi resiko cacat pada otak dan tulang belakang pada janin. Kelainan pada kedua organ tersebut dapat menyebabkan kelumpuhan hingga cacat mental.

 

Asam folat ini sangat berpengaruh pada 28 hari pertama setelah pembuahan , yaitu masa dimana kelainan saraf paling sering muncul. Masalahnya, kebanyakan wanita hamil baru mengetahui dirinya positif hamil pada saat janin sudah berusia empat minggu.

 

Karena itu, sebaiknya konsumsi asam folat dimulai sedini mungkin. Anda bisa memilih makanan yang mengandung asam folat seperti sayuran berwarna hijau, alpukat, pisang, brokoli, maupun kacang-kacangan.

 

Konsumsi suplemen asam folat juga bisa dilakukan, biasanya sebanyak 400 mikrogram per hari. Namun, ingatlah bahwa konsumsi suplemen semata tidak dapat menggantikan asupan makanan sehat.

 

 

Perbanyak Makanan Protein Tinggi

 

Makanan yang mengandung protein berkualitas tinggi tenyata mampu meningkatkan angka kehamilan pada pasangan yang mengalami masalah infertilitas. Kandungan protein tersebut –terlebih yang mengandung asam amino esensial- dapat meningkatkan kualitas telur.

 

Agar porsi makanan tidak berlebihan, imbangin penambahan porsi protein dengan cara mengurangi asupan karbohidrat.

 

 

Batasi karbohidrat olahan

 

Tubuh kita mencerna karbohidrat “buruk” seperti kue, biskuit, roti putih, dan nasi putih, kemudian mengubahnya menjadi gula darah. Untuk menekan peningkatan gula darah yang mendadak, pankreas akan mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah.

 

Penelitian menunjukkan bahwa level insulin yang tinggi dapat menghambat proses ovulasi (proses pelepasan telur dari dalam rahim untuk dibuahi). Solusinya, kita dapat mengkonsumsi karbohidrat “baik” seperti gandum utuh, buah, dan sayur.

 

Karbohidrat kompleks semacam ini dicerna secara lambat sehingga pelepasan gula darah bun terjadi perlahan.

 

 

Hindari lemak trans

 

Lemak trans (trans fats) terbentuk saat cairan minyak menjadi lemak padat. Meskipun ada yang berasal dari hewan, lemak trans yang dimaksud di sini adalah lemak trans buatan, yang dihasilkan dari proses industri dengan cara menambahkan hidrogen pada minyak sayur untuk membuatnya lebih padat.

 

Lemak trans dapat ditemukan pada makanan kemasan, kentang goreng, maupun margarine. Sifat buruk dari lemak ini adalah, ia membuat insulin sulit memindahkan gula darah dari aliran darah ke dalam sel darah. Hal ini bisa menyebabkan gangguan metabolisme yang mampu mempengaruhi ovulasi.

 

 

Konsumsi asam lemak omega-3

 

Omega 3 merupakan asam lemak tak jenuh yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh dan terdiri dari tiga jenis zat yaitu DHA, EPA, dan asam alfa-linoleat. Ketiganya terdengar tidak asing karena sering disebut dalam iklan produk susu anak.

 

Ternyata, asam lemak omega-3 tidak hanya baik untuk pertumbuhan si buah hati, namun juga mampu membuat hormon berfungsi dengan baik. Perbanyak konsumsi ikan seperti salmon, makarel, dan sarden maupun biji-bijian seperti chia seeds, flax seeds, dan walnut. 

 

Kesemuanya kaya akan asam lemak omega-3 dan penting untuk perkembangan otak janin.

 

 

Tidak perlu diet yang berlebihan

 

Kelebihan berat badan memang memperkecil kemungkinan untuk hamil, namun berdiet ketat sebaiknya tidak dilakukan. Satu kilogram per minggu adalah pengurangan berat badan maksimal yang aman.

 

Mengurangi jumlah kalori serta berolahraga terlalu sering dapat membahayakan janin serta mempersulit tubuh untuk kelak menyediakan daya dukung untuk kehidupan janin. Begitu juga dengan konsumsi susu rendah lemak.

 

Karena protein dan kalsium yang berasal dari susu sangat baik untuk kehamilan, cobalah untuk mengganti susu rendah lemak dengan susu murni. Sebuah hasil penelitian yang dimuat oleh The New York Times tahun 2007 menunjukkan bahwa meminum satu gelas susu murni per hari mampu mengurangi kemungkinan terkena gangguan kesuburan tertentu.

 

Jadi, segera lihat kembali pola makan anda. Tinggalkan yang buruk dan mulai pola makan seimbang dengan olahraga teratur. Siapkan tubuh untuk mencapai kondisi terbaiknya untuk calon buah hati.

 

Editor: Elvin Eka Aprilian