Sebagai ibu, pernahkah Anda merasa bersalah karena tidak mampu menyiapkan menu yang sehat untuk keluarga? Entah terlalu sering membeli makanan instan seperti sosis dan nugget, maupun tidak pernah masak alias membeli lauk di luar.

 

Sebenarnya, Anda bisa mencari solusi agar keluarga Anda tetap mendapat asupan gizi seimbang, terlepas dari kesibukan Anda bekerja atau mengurus rumah tangga sembari berwirausaha. Beberapa tips di bawah ini mungkin bisa membantu.

 

 

1. Makanan sehat yang seperti apa?

 

Pertama, definisikan ulang standar makanan sehat menurut Anda dan keluarga. Apakah itu makanan yang Anda masak sendiri? Atau makanan beli tetapi bukan cepat saji? Atau yang tanpa MSG? Hal ini penting untuk menghindari perasaan bersalah yang terus menerus muncul. 

 

Bisa saja sebenarnya Anda telah menyajikan makanan yang sehat, tetapi stAndar Anda terlalu tinggi. Misalnya, Anda selalu menggoreng tempe yang menurut Anda tidak sehat karena termasuk “gorengan” yang kaya akan minyak.

 

Padahal, tempe juga kaya akan gizi. Anda bisa menyiasatinya dengan menyerap sisa minyaknya dengan tisu dapur atau mengolahnya menjadi tumis.

 

Bagaimana dengan membeli makanan di luar? Di tengah maraknya jasa layan antar makanan via ojek daring, kita bisa memilih makanan yang sehat seperti gado-gado atau salad. Namun, hati-hati ya.. jangan sampai kita berubah pikiran karena melihat banyaknya pilihan makanan yang menggugah selera namun minim gizi.

 

Begitu juga dengan penggunaan penyedap rasa dan vetsin. Sekarang banyak tersedia katering sehat yang menyediakan makanan non MSG. Meskipun harganya relatif mahal, kita bisa mengatur frekuensinya sesuai budget kita.

 

 

2. Ingin hemat waktu? Siapkan dulu bahan makanannya!

 

Jika Anda sibuk tetapi tetap ingin memasak makanan sendiri, Anda bisa menyiapkan bahan masakan beberapa hari sebelumnya. Saat akhir pekan, belanjalah bahan makanan untuk keperluan satu minggu.

 

Kemudian, potong-potong setiap jenis sayuran dan daging mentah, masukkan ke dalam wadah kedap udara, lalu simpan di kulkas. Daging dan ikan bisa Anda bumbui terlebih dahulu.

 

Memang, akhir pekan Anda menjadi berkurang beberapa jam untuk persiapan ini. Namun, bayangkan betapa mudahnya setiap pagi Anda tinggal menumis sayur atau menggoreng lauk tanpa harus ribet mengupas, memotong, ataupun mencuci.

 

Anda hemat waktu, makanan yang tersaji pun sehat. Kalau Anda bukan tipe yang anti penyedap rasa, gunakan saja bumbu instan.

 

Jika Anda penganut hidup sehat yang cukup disiplin, Anda bisa menggunakan kaldu bubuk non MSG yang sekarang banyak dijual secara online. 

 

 

3. Seimbangkan menu

 

Meskipun tips nomor dua sudah cukup mudah, Anda masih merasa kesulitan meluangkan waktu karena beberapa alasan. It’s okay, masih ada alternatif padu padan menu.

 

Misalnya, jika Anda hanya sanggup menggoreng nasi atau membuat roti selai, sediakan buah-buahan maupun susu sebagai penyeimbang.

 

Jika kebanyakan rumah makan yang Anda sukai jarang menyediakan menu sayur, Anda bisa menyediakan sayur yang sederhana seperti timun atau kol sebagai lalapan. Jangan lupa, tetap konsumsi air putih yang banyak ya!

 

 

4. Tidak perlu sempurna, Bunda

 

Maafkan diri Anda. Tidak ada ibu yang sempurna, tetapi Anda dapat menjadi ibu yang selalu berusaha menjadi ibu yang baik, seamatir apapun prestasi Anda di dapur.

 

Kemudahan dalam memperoleh makanan, ditunjang dengan kemajuan teknologi dapat membantu Anda menghidangkan makanan bergizi seimbang untuk keluarga. Jangan lupa, selalu update pengetahuan Anda tentang gaya hidup sehat.

 

Makanan memang salah satu komponen yang menentukan sehat tidaknya seseorang, namun olahraga dan kebahagiaan dalam keluarga tidak kalah penting untuk menentukan sehat tidaknya seseorang. Di tangan seorang ibu lah pilihan hidup sehat berawal.

 

 

Editor: Elvin Eka Aprilian