Kebahagiaan menimang bayi yang baru lahir tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, apalagi jika sang bayi adalah anak pertama.

 

Antara bahagia karena yang selama ini berada di perut akhirnya nyata ada, dan takut karena ia masih sangat mungil dan ringan.

 

Beberapa ayah baru bahkan belum percaya diri untuk menggendong bayinya karena takut ia terjatuh atau terkilir. Ada juga lho yang menggendong bayi layaknya membawa bendera pusaka, hahaha..

 

Siapapun itu, menggendong bayi ternyata bukan perkara mudah. Butuh serangkaian trial and error sampai luwes menggendongnya.

 

Dalam proses belajar menggendong ini, ternyata ada anggota tubuh yang mendadak bekerja keras untuk membuat nyaman si bayi. Ya, dia adalah pergelangan tangan.

 

Dalam masa-masa awal menjadi ibu, pergelangan tangan dan anggota tubuh yang terkait akan melakukan kegiatan berulang seperti mengambil bayi dari kasurnya, menjemurnya, memandikannya, dan yang paling vital yaitu menyusui. Proses menyusui bukan semata masalah mengeluarkan ASI, namun juga mencari posisi menyusui yang pas.

 

Ada yang nyaman menyusui sambil setengah menyangga kepala bayi, ada juga yang nyaman dengan meletakkan bayi di kasur sementara tangan menyangga tubuh sang ibu sendiri.

 

Meskipun berbeda-beda, belajar menyusui juga membuat pergelangan tangan bekerja lebih keras karena durasi dan frekuensi bayi menyusu cukup tinggi, khususnya di enam bulan pertama kehidupannya.

 

Dengan kondisi seperti ini, area pergelangan tangan termasuk jari-jari tangan menjadi rentan cedera, apalagi jika kita melakukan pekerjaan rumah tangga sendiri, seperti mencuci dan menyapu. Pekerjaan kantor yang mengharuskan anda mengetik terus menerus juga mampu menyebabkan cedera.

 

Mungkin bukan cedera serius, tetapi mampu memunculkan rasa tidak nyaman yang menetap dan mengganggu rutinitas merawat bayi. Salah satunya adalah Tendinitis de Quervain.

 

Tendinitis de Quervain adalah peradangan atau pembengkakan pada tendon di sekitar ibu jari. Tendon adalah kumpulan jaringan ikat berserat yang merekatkan otot dengan tulang.

 

Gangguan ini biasanya terjadi setelah menggunakan pergelangan tangan secara berulang. Lokasi tepatnya adalah di bagian dasar ibu jari yang berada di pergelangan tangan.

 

Setiap pembengkakan tendon di dekat saraf ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang diakibatkan oleh tekanan pada syaraf. Jika ibu jari dibuka tegak lurus dengan jari telunjuk, ataupun gerakan memutar pergelangan tangan dalam posisi menggenggam, maka rasa nyeri akan muncul.

 

Karena Tendinitis de Quervain tidak banyak diketahui orang, maka rasa nyeri pergelangan tangan yang dialami ibu baru rata-rata hanya dianggap sebagai salah satu bentuk kelelahan atau terkilir. Akibatnya, banyak yang mengabaikannya dan tetap beraktivitas seperti biasa hingga akhirnya rasa nyeri makin menjadi.

 

Tidak sedikit yang datang ke tukang urut untuk melakukan pemijatan di daerah yang “terkilir”. Akibatnya, tendon yang meradang bisa membengkak.

 

 

Lalu, bagaimana cara pengobatannya?

 

Karena penyebabnya adalah penggunaan tangan yang berlebihan, maka kuncinya adalah istirahat.

 

Namun, merawat bayi jelas tidak mengenal kata istirahat apalagi jika kita tidak memiliki support system yang mampu membantu kita. Namun, kita tetap dapat menyiasatinya dengan cara melibatkan suami lebih banyak dalam perawatan bayi, menggunakan gendongan bayi sesering mungkin, dan mengurangi pekerjaan rumah tangga untuk sementara waktu.

 

Poin terakhir dapat diwujudkan dalam bentuk menggunakan jasa laundry, mempekerjakan ART khusus untuk membersihkan rumah, atau membeli makan alih-alih memasak. Setidaknya, untuk sementara waktu alternatif tersebut dapat membuat pergelangan kita lebih banyak beristirahat hingga pulih.

 

Mengoleskan gel pereda nyeri juga bisa mengurangi rasa sakit, meskipun kita harus berhati-hati karena kandungan menthol didalamnya bisa menimbulkan rasa panas jika mengenai kulit bayi.

 

Jika rasa nyeri masih bertahan, segera periksakan ke dokter. Biasanya, dokter akan memberikan obat-obatan baik berupa obat yang diminum, dioleskan, maupun disuntikkan. Jika radang tergolong serius, bukan tidak mungin dilakukan tindakan pembedahan.

 

 

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menghindari cedera di pergelangan tangan ini?

 

Pertama, pastikan tangan anda sejajar dengan tubuh bayi ketika akan mengangkatnya dari tempat tidur. Posisi tangan yang terlalu menyudut bisa berpotensi mencederai tendon di bawah ibu jari jika dilakukan berulang.

 

Kedua, sebisa mungkin pergunakan perlengkapan bayi untuk mengurangi frekuensi anda menggendong, seperti gendongan bayi, baby bouncer, dan sejenisnya.

 

Terakhir, perhatikan sinyal tubuh. Jika tangan sudah merasa lelah, istirahatkan. Tidak ada salahnya membiarkan rumah sesekali berantakan jika waktu tersebut bisa digunakan untuk “menghemat” energi anda. 

 

 

Editor: Elvin Eka Aprilian