Pada tahun 2003, Badan Kesehatan Dunia WHO/UNICEF telah menetapkan Standar Emas Asupan Bayi dan Anak yang terdiri dari:

 

  1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah bayi lahir
  2. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan.
  3. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) buatan rumah yang berkualitas dari bahan lokal mulai usia 6 bulan. 
  4. Lanjutkan pemberian ASI hingga usia 2 tahun atau lebih.

 

Artikel ini secara khusus akan membahas mengenai pola pemberian ASI dan MPASI untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan kesehatan bayi dan anak. Pola asupan yang benar sejak lahir bukan hanya bertujuan menurunkan angka kematian bayi dan balita, tetapi juga memperbaiki status gizi anak Indonesia.

 

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI 2013, angka prevalensi stunting pada balita di Indonesia mencapai 37,2 persen atau dialami sekitar 9 juta anak. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk standar usianya. Anak yang mengalami stunting umumnya lebih rentan terhadap penyakit serta memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata anak seusianya. 

 

 

Usia 0-6 bulan

 

Bagi bayi di bawah usia 6 bulan, ibu dianjurkan untuk menyusui sekehendak bayi (on demand). Bayi ASI memiliki kemampuan self-regulation, yaitu dia tahu kapan dia haus atau lapar dan berapa lama mesti menyusu.

 

Susui bayi dengan posisi dan pelekatan yang efektif. Amati kecukupan asupan ASI melalui  frekuensi buang air kecilnya setiap hari, pola buang air besarnya, serta lewat kurva di Growth Chart/Kartu Menuju Sehat.

 

Untuk ibu yang bekerja, bayi bisa diberikan ASI Perah selama ibu tidak di rumah. Ibu bekerja juga mesti menjadwalkan memerah ASI secara rutin di tempat kerja dan tetap menyusui langsung saat di rumah.

 

Berikan ASI SAJA dalam 6 bulan pertama kehidupan bayi. Komposisi ASI berubah terus setiap waktu sesuai dengan kebutuhan bayi. Bahkan saat bayi sedang sakit, komposisi ASI mengandung lebih banyak antibodi yang dapat membantu bayi segera pulih. 

 

 

Usia 6 bulan atau fase awal MPASI

 

Pada awal MPASI, bayi diberi makan bubur saring dengan tekstur kental sebanyak 1-2 kali sehari. Tekstur kental ini indikatornya adalah jika bubur diletakkan di sendok, maka bubur tidak akan mudah tumpah bila sendok dibalik.

 

Porsi sekali makan sekitar 2-3 sendok makan dewasa. Bahan makanan yang diberikan sudah bervariasi dari kategori karbohidrat/makanan pokok, protein hewani, kacang-kacangan, sayur serta buah.

 

Bahan makanan dan menu yang dipakai untuk MPASI bayi dianjurkan menggunakan bahan makanan yang dimasak untuk seluruh keluarga. Sesuaikan bumbu dan tekstur makanan sesuai usia bayi.

 

Prioritaskan penggunaan bahan makanan lokal yang terjangkau ekonomi keluarga. Selama masa MPASI, bayi tetap disusui sekehendaknya (on demand

 

 

Usia 6,5 hingga 9 bulan

 

Di tahapan usia ini, frekuensi makan sudah ditingkatkan menjadi 2-3 kali makan utama dengan 1-2 kali makanan selingan. Porsi makan juga bertahap ditingkatkan hingga 125 ml (setengah mangkok).

 

Tekstur makanan adalah bubur kental. Tekstur dapat mulai naik bertahap sesuai kesiapan bayi untuk mempersiapkan diri menerima tekstur di tahapan usia berikutnya.  Bahan makanan yang diberikan juga bervariasi dari kategori makanan pokok, protein  hewani, kacang-kacangan, buah serta sayur. Bayi tetap disusui sekehendaknya (on demand)

 

 

Usia 9-12 bulan

 

Sejak usia 9 bulan, tekstur makanan sudah berupa makanan cincang atau bisa berupa finger food dimana makanan dipotong kecil-kecil agar mudah digenggam bayi. Frekuensinya adalah 3 kali makan utama dan 2 kali makanan selingan.

 

Porsi yang diberikan naik bertahap dari 125 ml menjadi sekitar 200 ml. Bahan makanan yang diberikan tetap bervariasi dari kategori berbagai jenis makanan pokok, aneka protein hewani, kacang-kacangan, buah serta sayur. Bayi tetap disusui sekehendaknya (on demand)

 

 

Usia 1 tahun ke atas

 

Di usia setahun ke atas, anak sudah bisa makan menu keluarga. Makanan yang disajikan ke anak tidak berbeda dengan yang disajikan untuk orang tuanya.

 

Pastikan seluruh keluarga mengkonsumsi menu bergizi seimbang. Sesuaikan bumbu untuk anak apabila yang disajikan adalah hidangan pedas. Siapkan sayur berkuah jika anak masih dalam masa adaptasi terhadap menu keluarga.

 

Berikan anak 3 kali makan utama dan 2 kali makanan selingan. Anak tetap disusui sekehendaknya (on demand) hingga usia 2 tahun atau lebih.

 

 

Editor: Elvin Eka Aprilian