"Kalau dibandingkan harga dengan efektivitasnya, kontrasepsi mana ya kira-kira yang paling cocok buatku?"

 

Pertimbangan akan efektivitas metode kontrasepsi, seberapa cocok metode kontrasepsi itu untuk dirinya, dan juga seberapa dalam tangan harus merogoh kantong untuk menebusnya adalah hal yang tidak pernah usang untuk didiskusikan para calon akseptor KB.

 

Sebelum membahas lebih jauh lagi, kita tengok dulu yuk apa saja sih yang termasuk kontrasepsi jangka panjang dan jangka pendek serta bagaimana efektivitas dan durasi pencegahan kehamilannya.

 

Skata lampirkan juga harga pasaran dari berbagai alat kontrasepsi. Perlu dipahami bahwa harga yang tercantum hanya berupa kisaran atau perkiraan secara umum yang kami dapatkan dari berbagai sumber, bukan harga yang pasti dan mengikat.

 

Adanya perbedaan harga juga dipengaruhi oleh perbedaan merk, ketersediaan barang, dan faktor-faktor lainnya.

 

Harga jasa pemasangan alat kontrasepsi juga bervariasi tergantung di mana dan oleh siapa tindakan tersebut dilakukan. Silahkan konsultasi kepada tenaga kesehatan di faskes pilihan Anda untuk informasi lebih lanjut mengenai jasa pemasangan atau operasinya ya.

 

 

Kontrasepsi Jangka Panjang 

1. Implan (Susuk)
  • Harga: 220.000
  • Jasa Pasang + Alat: 500.000
  • Efektif hingga 4 Tahun
  • Efektivitas 99,95%

 

Kesimpulan:

Efektif untuk mengatur jarak antar anak. Sifatnya tidak permanen dan dapat mencegah terjadinya kehamilan hingga 4 tahun.

 

 

2. IUD (Intrauterine Device)
  • Harga: 40.000
  • Jasa Pasang + Alat: 400.000
  • Efektif hingga 10 Tahun
  • Efektivitas 99,4%

 

Kesimpulan:

Efektif untuk mengatur jarak antar anak. Bukan alat kontrasepsi permanen dan efektif mencegah kehamilan hingga 10 tahun.

 

 

3. Vasektomi (Steril Pria)
  • Harga: bervariasi, sekitar 6-7 juta Rupiah di Rumah Sakit Swasta
  • Bersifat permanen
  • Efektivitas 98%

 

Kesimpulan:

Merupakan metode kontrasepsi mantap (permanen). Sangat efektif untuk membatasi jumlah anak jika sudah dirasa cukup. Pastikan pertimbangan Anda matang sebelum memutuskan untuk menggunakan metode ini, karena walaupun dapat dikembalikan, tingkat keberhasilan untuk dapat kembali subur tetap tergolong rendah dan biaya operasinya mahal.

 

 

4. Tubektomi (Steril Wanita)
  • Harga: bervariasi, sekitar 6-7 juta Rupiah di Rumah Sakit Swasta
  • Metode ini juga bersifat permanen
  • Efektivitas 99,5%

 

Kesimpulan

Merupakan metode kontrasepsi mantap (permanen). Sangat efektif untuk membatasi jumlah anak jika sudah dirasa cukup. Pastikan pertimbangan Anda matang sebelum memutuskan untuk menggunakan metode ini, karena walaupun dapat dikembalikan, tingkat keberhasilan untuk dapat kembali subur tetap tergolong rendah dan biaya operasinya mahal.

 

 

Kontrasepsi Jangka Pendek

1. Pil Kombinasi 
  • Harga: 150.000 / box
  • Satu box = 30 strip
  • Satu strip = 28 pil
  • Diasumsikan dalam 4 tahun mengkonsumsi Pil KB, biaya yang dikeluarkan kira-kira sebesar = 300.000
  • Efektivitas 92%

 

Kesimpulan:

Metode kontrasepsi yang menuntut pemakainya untuk rutin mengkonsumsinya secara rutin tanpa boleh sekalipun terlewatkan. Salah satu metode yang paling murah, namun tingkat kegagalannya tergolong tinggi apabila Anda lupa untuk mengkonsumsinya secara rutin.

 

 

2. Suntik Kombinasi (Suntik Bulanan) & Suntik Progestin (Suntik 3 Bulanan)
  • Harga sekali suntik 40.000
  • Efektivitas 97%

 

Kesimpulan:

Jika digunakan dalam 4 tahun (durasi yang sama dengan efektivitas implan), biaya yang dikeluarkan untuk suntik bulanan sekitar 1.920.000. Perlu kembali ke fasilitas kesehatan untuk mengulang prosesnya tiap bulan untuk suntik kombinasi atau per 3 bulan untuk suntik progestin.

 

 

3. Kondom
  • Harga: 20.000
  • Satu box = 3 pcs
  • Efektivitas: Hanya selama durasi pemakaian.
  • Digunakan setiap kali berhubungan.
  • Asumsikan rata-rata berhubungan badan seminggu 3x, maka dalam setahun biayanya = 1.040.000
  • Jika digunakan rutin selama 4 tahun (durasi yang sama dengan efektivitas implan), biaya yang dikeluarkan untuk membeli kondom sekitar 4.160.000
  • Efektivitas hanya 85%

 

Kesimpulan:

Metode kontrasepsi yang praktis jika hanya digunakan sesekali atau sementara saja. Namun jika digunakan untuk mencegah kehamilan dalam waktu yang lama, kondom akan menjadi pilihan yang paling tidak praktis, paling mahal, juga yang paling tinggi tingkat kegagalannya jika tidak digunakan dengan benar.

 

 

Nah dari review singkat di atas, sekarang sudah tahu ya durasi pemakaian, efektivitas, dan perkiraan harga dari berbagai alat kontrasepsi. Sekarang tinggal Anda yang menentukan, kontrasepsi apa yang kira-kira paling cocok dengan kebutuhan Anda.

 

Jika Anda berencana untuk memberi jarak antar anak, IUD dan Implan dapat menjadi pertimbangan yang paling efektif karena dapat bertahan 3-5 tahun (Implan) dan 10 tahun (IUD) hanya dengan 1x proses pemasangan.

 

Selain itu biayanya pun relatif terjangkau. Cukup praktis karena "sekali pasang, lalu lupakan" (kembali hanya untuk kontrol jika ada keluhan atau ketika melepas alat saja).

 

Suntik KB atau Suntik Hormon tiap bulan atau 3 bulan cukup populer di kalangan wanita Indonesia. Namun demikian, selain tidak cukup praktis karena harus kembali bolak-balik ke faskes tiap bulannya atau tiap 3 bulan sekali, juga ada biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan seperti ongkos kendaraan dan biaya administrasi.

 

Sedangkan Pil KB walaupun tergolong murah, namun menuntut penggunanya untuk disiplin, karena lupa untuk mengkonsumsi satu-dua hari saja kemungkinan gagalnya sudah besar. Jika Anda tergolong orang yang mudah lupa, pertimbangkan lagi ya jika ingin menggunakan metode ini.

 

Kondom adalah salah satu metode kontrasepsi yang efektif jika digunakan sementara atau sesekali saja. Jika Anda pasangan monogami dengan ikatan pernikahan, menggunakan kondom setiap kali berhubungan sepanjang pernikahan tentu saja tidak efektif.

 

Jika Anda dan pasangan sudah mantap untuk tidak berencana menambah anak lagi, Vasektomi atau Tubektomi mungkin dapat menjadi pertimbangan karena merupakan solusi permanen untuk mencegah kehamilan.

 

 

Apapun pilihan Anda, jangan lupa konsultasikan bersama pasangan ya. Tujuannya yaitu agar sama-sama enak dan nyaman dalam menjalani hubungan suami-istri tanpa harus khawatir terjadi kehamilan yang tidak terencana. Selamat ber-KB!