KB Implan atau susuk adalah salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang dapat Ibu pilih untuk menjarakkan kehamilan. 

 

KB Implan dipasang bawah kulit Ibu dan hanya mengandung hormon progesteron. Hormon tersebut dilepaskan dalam jumlah kecil secara terus menerus ke dalam aliran darah.

 

Baca juga : KB Implan: Kelebihan, Keterbatasan, Rumor & Fakta

 

Bagaimana cara KB Implan dapat mencegah kehamilan?

 

Cara kerja KB implan dalam mencegah kehamilan adalah sebagai berikut:

 

  • Mencegah ovulasi atau pematangan sel telur dengan cara mekanisme umpan balik ke kelenjar hipofisis, yaitu kelenjar penghasil hormon perangsang ovulasi.
  • Mengentalkan lendir pada leher rahim Ibu sehingga sperma sulit melaluinya untuk sampai ke sel telur
  • Menjadikan dinding rahim tipis sehingga tidak terjadi penempelan sel telur atau implantasi.

 

 

Kapan KB implan dapat dipasang?

 

  • Saat Ibu sedang mengalami menstruasi hari ke 1-5.
  • Saat sedang tidak menstruasi namun pastikan ibu tidak hamil. Setelah pemasangan implan gunakan kontrasepsi jenis lain selama 7 hari atau tidak melakukan hubungan seksual selama 7 hari (puasa dulu ya, bu :p)
  • Paska persalinan, implan merupakan kontrasepsi yang aman bagi Ibu menyusui. Pemasangan implan dapat dilakukan langsung paska persalinan.
  • Paska abortus atau keguguran, Implan dapat langsung dipasang.

 

Baca juga : Cerita Ibu Menur: Saat Implan Menjadi Pilihanku

 

 

Keuntungan KB Implan

 

Mengapa memilih KB Implan? KB Implan memiliki banyak keuntungan bagi Ibu yang menggunakannya. Keuntungan tersebut adalah sebagai berikut: 

 

  • KB implan memiliki efektivitas yang sangat tinggi. Pada umumnya, risiko kehamilan kurang dari 0,2 sampai dengan 1 dari antara 100 Ibu dalam 1 tahun.
  • Bebas dari pengaruh estrogen.
  • Kesuburan dapat kembali normal setelah implan dicabut.
  • Tidak perlu meminum pil setiap hari atau rutin melakukan penyuntikan setiap bulannya sehingga tidak ada risiko lupa.
  • Tidak mengganggu produksi ASI.
  • Tidak mengganggu hubungan seksual.

 

 

Kekurangan KB Implan

 

Meskipun memiliki banyak keuntungan, terdapat laporan kasus efek samping dari penggunaan KB implan itu sendiri, yaitu:

 

  • Gangguan menstruasi, keluhan yang timbul adalah haid sedikit dan singkat, haid tidak teratur atau lebih dari 8 hari, haid jarang, atau tidak haid sama sekali. Namun hal ini cukup lumrah terjadi dan tidak berbahaya.
  • Kemungkinan perubahan berat badan, perubahan hormon akan sedikit mempengaruhi nafsu makan anda.
  • Nyeri kepala.
  • Perubahan mood.
  • Nyeri pada payudara.
  • Mual dan nyeri perut.
  • Ibu tidak bisa menghentikan sendiri penggunaannya karena harus ke layanan kesehatan untuk melepas KB Implan.

 

 

Implan dapat digunakan oleh Ibu yang memiliki hipertensi, obesitas, ibu yang merokok dan yang memiliki gangguan kolestrol. Namun Implan tidak boleh digunakan oleh ibu yang memiliki keadaan khusus seperti berikut:

 

  • Penyakit tromboemboli, penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dan kekentalan darah.
  • Perdarahan genital yang belum terdiagnosis.
  • Penyakit hati akut.
  • Tumor hati jinak atau ganas.
  • Kanker payudara.

 

 

Pemasangan KB implan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman. Jika Ibu ingin memilih bidan yang akan Ibu kunjungi, aplikasi SKATA menyediakan daftar bidan yang terdaftar secara resmi dan memiliki kompetensi yang baik.

 

Sebelum pemasangan implan, Ibu harus mengetahui pilihan Implan, bentuk, dan cara pemasangannya. Implan berbentuk kapsul batang berpori dengan diameter 0.2 cm dan panjang 3-4 cm.

 

Baca juga : Seberapa Mahal Sih Harga KB Implan?

 

 

Implan yang beredar di Indonesia diantaranya memiliki nama dagang Jadena dan Implanon.

 

  1. Jadena terdiri dari dua batang yang masing-masing mengandung 75 mg levonorgestrel. Masa kerjanya 5 tahun
  2. Implanon adalah implan tunggal berisi etonogestrel 68 mg dibungkus dalam sebuah membran etilen vinil asetat. Masa kerjanya 3 tahun.

 

 

Sebelum melakukan pemasangan, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau bidan mengenai rencana Ibu untuk melakukan pemasangan KB implan ini. Setelah melakukan konsultasi dan Ibu dinyatakan dapat melakukan KB implan akan dilakukan proses pemasangan KB Implan tersebut.

 

Baca juga : Mitos-Mitos Tentang IUD dan Implan Yang Ternyata Hoax!

 

 

Proses pemasangan Implan dan panduan perawatan luka pemasangan

 

Proses pemasangan akan dimulai dengan menyuntikkan anestesi lokal pada bagian bawah lengan atas Ibu. Kemudian dokter atau bidan akan memasukkan KB implan dengan menggunakan alat khusus. Setelah proses selesai, dokter akan memasangkan perban pada lengan atas Ibu.

 

Setelah pemasangan implan, Ibu harus melakukan perawatan atau perhatian khusus pada luka pemasangan yaitu:

 

  • Kemungkinan akan timbul memar, bengkak, atau kemerahan di kulit. Ini merupakan hal yang normal terjadi.
  • Jaga luka tetap kering sekurang- kurangnya selama 48 jam untuk menghindari infeksi.
  • Pembalut luka dibuka setelah 48 jam dan band aid dibuka sampai luka sembuh umumnya 3-5 hari kemudian.
  • Ibu dapat langsung bekerja namun hindari benturan dan tekanan pada luka.
  • Setelah luka sembuh daerah tersebut dapat disentuh dan dibersihkan dan dapat bekerja normal.
  • Bila terdapat tanda infeksi seperti demam, luka kemerahan dan sakit yang menetap selama berhari-hari, segera kembali ke tempat Ibu memasang Implan untuk dicek secara medis.
  • KB Implan hanya akan bergeser 2 mm, tidak lebih, apalagi sampai hilang di dalam tubuh.

 

Nah, bagaimana? Sekarang pasti jadi banyak tahu soal KB Implan kan? Jika Anda tertarik untuk menggunakan implan, segera konsultasikan dengan suami dan tenaga kesehatan terlatih ya!

 

Editor: Elvin Eka Aprilian