Kanker serviks merupakan momok tersendiri bagi kaum hawa di era modern ini. Banyak rumor yang beredar mengenai penyebabnya, penularannya, dan faktor-faktor lain yang menyebabkan kanker serviks itu sendiri.

 

Sebagai wanita dan ibu yang cerdas, kita harus dapat memilah berbagai informasi yang tepat mengenai penyakit tersebut sehingga dapat menanggulanginya dengan baik.

 

Apa itu kanker serviks?

 

Kanker serviks adalah yang menyerang bagian reproduksi wanita yaitu serviks atau mulut Rahim.

 

Apa penyebab kanker serviks?

 

Kanker serviks disebabkan oleh penularan virus HPV terutama HPV no. 16 dan no 18. Jadi rumor jika kanker serviks merupakan penyakit keturunan tidak sepenuhnya benar, walaupun faktor genetik turut berperan dalam proses mutasi jika tidak disertai faktor- faktor utama lainnya.

 

Bagaimana proses terjadinya kanker serviks?

 

Setelah terjadi penularan akan terjadi perubahan pada jaringan.

 

Baca juga : Jangan Bilang Sudah Tahu Tentang IUD Sebelum Baca Ini!

 

Apa saja faktor- faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker serviks pada wanita? 

 

  • Wanita yang berhubungan intim di usia muda atau kurang dari tahun. Proses pematangan dari anatomi serviks belum sempurna. Yaitu jaringan yang rentan terjadinya luka belum masuk kedalam sehingga lebih rentan terjadi luka
  • Wanita yang melahirkan di usia muda
  • Wanita yang memiliki partner seksual multipel atau wanita yang memiliki pasangan seksual yang memiliki pasangan multipel

 

Bagaimana hubungan kontrasepsi dengan kanker serviks? Apakah benar IUD dapat menyebabkan kanker serviks?

 

Berdasarkan studi, penggunaan IUD atau AKDR tidak meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi virus HPV. Jadi jika Anda memiliki keadaan leher rahim yang sehat IUD tidak akan berperan dalam perkembangan penyakit kanker serviks.

 

Namun jika seorang wanita sudah memiliki infeksi virus HPV sebelumnya penggunaan IUD dapat menyebabkan perkembangan infeksi tersebut menjadi kanker serviks.

 

Baca juga : Mitos-Mitos Tentang IUD dan Implan Yang Ternyata Salah

 

Jadi bagaimanakah keamanan penggunaan IUD bagi seorang wanita?

 

IUD merupakan salah satu pilihan kontrasepsi yang dapat dipilih Ibu untuk menjarakkan kehamilannya. Cara kerja IUD adalah mencegah terjadinya pembuahan dan mencegah terjadinya implantasi atau penempelan zygot pada dinding rahim.

 

Penggunaan IUD memiliki banyak keuntungan bagi Ibu yang menggunakannya. Keuntungan tersebut diantaranya adalah segera efektif setelah pemasangan, merupakan metode jangka panjang sehingga ibu tidak perlu khawatir lupa minum obat atau rutin kontrol, tidak mengganggu produksi ASI dan tidak ada efek samping hormonal

 

Namun pada keadaan tertentu IUD tidak disarankan digunakan sebagai kontrasepsi pilihan wanita tersebut. Keadaan- keadaan tersebut diantaranya adalah:

 

  • Memiliki penyakit radang panggul atau riwayat memiliki penyakit tersebut
  • Diduga memiliki massa atau keganasan pada rahim dan serviks atau hasil pemeriksaan pap smear yang abnormal. Keadaan ini sangat berkaitan dengan pencegahan perkembangan dari infeksi virus HPV menjadi kanker serviks
  • Perdarahan dari organ reproduksi yang tidak diketahui penyebabnya
  • Memiliki penyakit atau riwayat penyakit keputihan abnormal yang sudah di diagnosis oleh tenaga kesehatan yang berkompeten
  • Memiliki penyakit atau riwayat penyakit menular seksual

 

Baca juga : Ingin Menjalani Tes Pap Smear? Ini Yang Perlu Kamu Ketahui!

 

Jadi kesimpulannya, IUD tidak menyebabkan kanker serviks, justru IUD merupakan alat kontrasepsi yang aman bagi wanita. Tidak perlu khawatir dalam penggunaan IUD karena tidak dapat menyebabkan infeksi HPV atau bahkan kanker serviks.

 

Jika Ibu memiliki rahim dan serviks yang sehat, IUD dapat menjadi pilihan yang tepat sebagai alat kontrasepsi ibu untuk menjarakkan kehamilan. Bagaimana, tertarik menggunakan IUD? Segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan di sekitar anda ya.

 

Editor: Elvin Eka Aprilian