Oleh: Motivator Bulukumba, Nur Afni S.Pd

 

 

Desa Bialo yang terdapat di kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu daerah padat penduduk. Lapangan pekerjaan amat sedikit bagi kepala rumah tangga. 

 

 

Sumber penghasilan bagi sebagian besar penduduknya adalah petani. Dimana ini merupakan pekerjaan musiman yang seringkali menimbulkan permasalahan ekonomi yang berdampak jangka panjang. 

 

 

Desa Bialo didomonasi oleh penduduk yang termasuk kategori muda atau usia subur, angka kelahiran di sini juga besar. Inilah yang sedang terjadi di daerahku. 

 

 

Masyarakat pada umumnya memakai alat kontrasepsi jangka pendek (pil dan suntik) dan bukan kontrasepsi jangka panjang (seperti IUD dan implan) yang lebih bisa melindungi. Mengapa demikian? Jawabannya sangat singkat yaitu takut. 

 

 

Takut mahal, takut sakit, takut tidak bisa beraktivitas berat lagi, takut akan munculnya flek hitam, takut menurunkan keharmonisan rumah tangga dan takut memudarnya gairah seks.

 

 

Namun di tengah mayoritas mereka, adalah seorang Ibu muda yang sangat luar biasa. Sebutlah seseorang bernama Erni, seorang ibu muda berusia 26 tahun yang cantik dan seorang pekerja keras.

 

 

Erni termasuk seseorang yang berbeda dari kebanyakan ibu muda lainnya. Erni sudah memakai implan sejak anak pertamanya lahir tahun 2010. 

 

 

Alasanya singkat: lebih menghemat pengeluaran setiap bulan dan praktis. Erni banyak berdiskusi dengan suaminya tentang keluarga yang terencana. 

 

 

Sebagai istri, Erni telah berhasil menciptakan atmosfer yang kompak dan harmonis dalam keluarga bersama suami tercinta. Apa kiatnya?

 

 

Rupanya, rahasianya adalah komunikasi yang baik dengan suami. Pasangan muda ini sudah mendiskusikan dan memilih bahwa implan sebagai KB pilihan yang tepat pasca melahirkan. Sejak pemakaian implant, Erni tidak pernah mengeluh seperti yang dikeluhkan ibu- ibu yang lainnya. 

 

 

Dia menepis wacana miring tentang Implan yang dapat membuat badan menjadi gemuk, "Badan saya masih begini- begini juga kok, wajah saya juga masih seperti ABG" kisahnya setengah bercanda.

 

 

Selain mengurusi keluarga, ternyata dalam kesehariannya, Erni juga melakoni usaha warung nasi uduk. Sebelum ayam berkokok Erni sudah bangun menyiapkan dagangannya yang tak lepas dari panasnya kompor hingga petang menjelang.

 

 

"Saya juga masih bisa kerja berat kok. Selain itu, kasih sayang dan cinta suami saya tidak memudar setelah saya memutuskan memakai KB implan, justru malah tambah sayang," ucapnya.

 

 

Maka dari itu, sebagai ibu rumah tangga hendaknya kita dapat cermat dan cerdas dalam merencanakan segalanya bersama suami kita. Pilihlah metode KB jangka panjang yang paling tepat sesuai dengan keinginan kamu dan suami.

 

 

"Ini KB-ku, mana KB-mu?"

 

 

(Editor: Elvin Eka Aprilian)