Dalam satu hari satu malam, manusia hanya memiliki 24 jam. Dua puluh empat jam ini terbagi-bagi antara istirahat, bekerja, ibadah, bercengkrama bersama keluarga, makan, berolahraga, membantu anak dengan tugas, berkomunikasi antara pasangan suami dan istri.

 

Survey yang dilakukan tahun 2012 di kalangan anak remaja di Amerika Serikat menemukan bahwa anak bahagia ketika orang tuanya bisa berbicara dan meluangkan waktu lebih banyak untuk mereka. Bukan hadiah dan gaya hidup mewah yang membawa kebahagiaan pada keluarga, namun waktu yang dihabiskan secara berkualitas adalah nomor satu dibandingkan yang lainnya dalam hal faktor kebahagiaan. 

 

Ketika ditanyakan pada anak-anak, apakah yang ingin kamu lakukan lebih banyak? Jawabannya: mengobrol dengan orang tuaku.

Ketika ditanyakan: siapakah pahlawanmu? Jawabannya: ibuku

 

Selain itu meluangkan satu kali dalam sehari untuk makan bersama ternyata juga membawa pengaruh langsung dalam meningkatkan dan menjaga kebahagiaan. Di antara negara-negara yang masih memegang teguh prinsip makan malam bersama keluarga adalah Belanda, Italia, dan Prancis.

 

Menurut penelitian yang dilakukah oleh Unicef, Belanda disebut sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan anak no. 1 di dunia. Mengapa bisa demikian? Rupanya hal ini didukung oleh sistem pendidikan di sekolah yang tidak menekankan hukuman dan tekanan, fasilitas kesehatan dan kemampuan anak menyampaikan keinginannya secara terbuka 

 

Setiap orang hanya memiliki 24 jam dalam sehari. Waktu ini tidak bisa ditukar, dibeli, atau dikembalikan. Komitmenkah kita memberikan waktu yang berkualitas dan cukup untuk keluarga kita? Karena adalah hak anak untuk mendapatkan yang terbaik dari orang tuanya. 

 

Pada artikel berikutnya (terakhir), SKATA akan membahas mengenai langkah pertama untuk merencanakan kebahagiaan. Baca artikelnya di sini: Keluarga Besar vs Keluarga Kecil: “KB Modern untuk Keluargamu”(Bagian Kelima).

 

Untuk mengunjungi artikel sebelumnya klik di sini: Keluarga Besar vs Keluarga Kecil: “Gali Lubang, Tutup Lubang” (Bagian Ketiga)