Liburan panjang memang menyenangkan, apalagi bagi anak-anak.

 

Mereka dapat sejenak melupakan tugas-tugas sekolah, bangun lebih siang dan tidur lebih larut, bebas bermain dengan video game dan koleksi mainannya, juga lebih bebas bermain bersama teman dan saudara-saudaranya tanpa perlu khawatir kalau esok hari harus kembali bersekolah secara rutin.

 

Namun ketika liburan berakhir, sebagian anak merasa malas untuk kembali menghadapi rutinitas bersekolah karena terbiasa dengan suasana liburan yang santai.

 

Malas bangun pagi, menyantap sarapan dengan lambat, dan pergi ke sekolah dengan wajah muram rasanya sudah akrab menghiasi kegiatan pagi menjelang berangkat sekolah selepas libur panjang.

 

Lalu bagaimana cara menghadapinya?

 

SKATA punya beberapa tips untuk anda, berikut di antaranya:

 

1. Ingatkan Anak Dengan Rutinitas Sekolah

 

Aktivitas liburan yang santai membuat anak mudah terbuai. Sebelum memasuki rutinitas sekolah, ingatkan anak akan kegiatan-kegiatan sekolah seperti menyiapkan buku yang harus dibawa dan pekerjaan rumah yang belum diselesaikan. Ini bertujuan untuk menyiapkan mental anak, sehingga tidak kaget dengan perubahan dari mental liburan menjadi mental rutinitas sekolah.

 

2. Motivasi Anak

 

Ingatkan anak akan mimpi dan cita-citanya. Ingatkan mereka akan tujuan dari bersekolah. Anda dapat menggunakan kalimat asertif seperti "Ayo, katanya kamu mau jadi dokter. Dokter itu tidak pernah malas belajar dan bolos sekolah lho".

 

3. Fokus Pada Pengalaman Menyenangkan

 

Buat anak fokus pada kegiatan menyenangkan yang akan ia alami di sekolah, seperti betapa teman-temannya akan kagum dengan model rambut barunya atau pengalaman-pengalaman menyenangkan yang dia alami selama liburan.

 

4. Curi Start!

 

Beri si kecil motivasi untuk mengungguli temannya dalam hal akademis mumpung rata-rata teman-temannya masih belum bersemangat untuk belajar. Beri tahu dia bahwa guru dapat memberikan penilaian ekstra bagi murid yang aktif.

 

Jadi, siapa takut kembali masuk sekolah?