Sebenarnya apa sih Pap Smear itu? Kayaknya sering sekali ya kita dengar istilah ini, entah dari media elektronik, media sosial, dari teman-teman, atau bahkan dari dokter atau bidan.

 

Pap Smear adalah sampel atau contoh dari sel-sel di leher rahim yang diambil melalui metode tes Pap. Sampel sel akan diambil dari permukaan leher rahim dan diletakkan pada sebuah media khusus.

 

Nah sampel sel inilah yang disebut dengan Pap Smear. Sampel ini nanti akan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut secara menyeluruh.

 

 

Lalu apa fungsi maupun manfaat dari Pap Smear?

 

 

Manfaat dari tes Pap adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan leher rahim (serviks) atau menemukan adanya perubahan yang abnormal pada sel-sel leher rahim.

 

Setiap wanita disarankan untuk memeriksakan kesehatan leher rahimnya secara rutin dengan menjalani tes Pap Smear secara berkala. Dengan melakukannya secara rutin dan berkala, segala penyakit pada leher rahim dapat dideteksi lebih awal dan dapat ditangani sebelum keadaannya parah dan sulit untuk diobati.

 

Jadwal tes Pap masing-masing wanita dapat berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung dari hasil konsultasi dengan dokter, usia, dan risiko masing-masing wanita terkena penyakit leher rahim.

 

Pada wanita berusia di atas 30 tahun, biasanya tes Pap Smear akan dibarengi dengan Tes HPV juga, karena pada rentang umur ini, wanita lebih berisiko untuk terkena penyakit leher rahim yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Biasanya juga akan diikuti dengan pemberian suntikan vaksin untuk mencegah terjangkit oleh virus HPV.

 

Dengan melakukan tes Pap Smear secara berkala, kita dapat mendeteksi adanya risiko terkena Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) lebih dini. Namun tes Pap Smear saja belum cukup, untuk mendeteksi lebih lanjut lagi mengenai ketidaknormalan yang ditemui pada leher rahim, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui tes Kolposkopi (Colposcopy).

 

 

Mengalami gejala ini? Segera temui dokter untuk mengatur jadwal Pap Smear kamu

 

 

  • Kemerahan/ruam merah di sekitar vagina

  • Terdapat luka, benjolan, ruam, lecet, atau kutil di daerah vagina

  • Gatal-gatal sekitar vagina

  • Merasakan nyeri saat buang air kecil

  • Merasakan nyeri saat melakukan hubungan intim

  • Keputihan yang abnormal, misal: bau, warna, tekstur keputihan yang berbeda dari yang biasanya Anda alami

  • Keputihan yang berlebihan

  • Pembengkakan pada daerah sekitar vagina

  • Aroma/bau yang tidak biasa dan cenderung menyengat

 

 

Dokter sudah menyarankan dan menjadwalkan kamu untuk mengikuti Tes Pap Smear. Lalu apa saja yang harus kamu persiapkan?

 

 

Tenang, jangan panik. Stay cool aja, bakal SKATA kasih bocoran kok apa saja yang harus dipersiapkan dan dilakukan agar kelak tes Pap Smear dapat kamu jalani dengan nyaman dan lancar. Simak yuk!

 

  1. Jangan lakukan tes Pap Smear ketika sedang menstruasi. Keberadaan darah dapat mengganggu keakuratan hasil tes.

  2. Tidak menggunakan pembalut, panty liner, tampon, alat pembersih dubur, bedak, pembersih vagina, atau obat-obatan vagina lainnya selama 24 jam sebelum tes.

  3. Tidak melakukan hubungan seksual selama 24 jam sebelum tes.

  4. Buang air kecil terlebih dahulu sebelum melakukan tes untuk mengosongkan kandung kemih.

 

 

Selain itu, jangan lupa berikan info-info ini kepada dokter yang melakukan tes Pap Smear, karena info yang kamu berikan mengenai kondisi-kondisi di bawah akan berpengaruh besar terhadap kelangsungan tes Pap Smear kamu.

 

 

Beri tahu dokter apabila:

 

 

  • Ini adalah kali pertama kamu melakukan tes Pap Smear

  • Kamu sedang hamil

  • Kamu mungkin saja hamil

  • Kontrasepsi apa yang kamu gunakan

  • Hari pertama dari haid yang terakhir kamu alami

  • Rata-rata lama periode haid kamu

  • Kamu pernah melakukan tindakan bedah yang melibatkan vagina, rahim, leher rahim, atau vulva

  • Kamu memiliki sejarah pemerkosaan dan atau pelecehan seksual

  • Hasil tes Pap sebelumnya menunjukkan hasil yang abnormal

 

 

Semua sudah siap! Sekarang waktunya melakukan tes Pap Smear

 

 

Pertama, kamu akan diminta untuk melepaskan pakaian yang melekat dari pinggang ke bawah. Setelah itu kamu akan diminta untuk berbaring dan meletakkan kaki pada bantalan yang ada. Usahakan untuk memposisikan dirimu senyaman dan serileks mungkin.

 

Setelah itu dokter akan mulai melakukan prosedur. Alat yang digunakan untuk merenggangkan dinding vagina bernama spekulum akan disiapkan dan diberi pelumas agar licin dan lebih mudah untuk membuka akses menuju leher rahim.

 

Selanjutnya dokter akan menggunakan alat bernama cytobrush, spatula, dan kapas untuk mengambil sampel dari sel leher rahim dar beberapa lokasi yang berbeda.

 

Ketika sampel sel rahim telah didapatkan, selanjutnya sampel ini akan diletakkan pada kaca preparat (kaca mikroskop) dan diberi larutan khusus untuk mengawetkan sel sebelum kemudian dikirim dan diteliti di laboratorium.

 

 

Tips penting!

 

 

Beberapa wanita dengan vagina yang sempit atau wanita dengan kulit yang sensitif dan mudah iritasi mungkin akan mengalami sedikit ketidaknyamanan ketika vaginanya dimasuki speculum. Triknya adalah buat diri kamu senyaman dan serileks mungkin, hirup nafas, lalu lemaskan otot-ototmu (jangan tegang) untuk meringankan rasa sakit atau tidak nyaman tersebut.

 

Jika vagina kamu mengalami sedikit pendarahan setelah tes Pap Smear, jangan khawatir ya. Ini normal kok. Iritasi ini akan sembuh dengan sendirinya dan tidak akan berisiko serius.

 

Jika dokter menyarankan untuk melakukan beberapa kali tes Pap (biasanya tiga kali berturut dan dijadwalkan secara terpisah), tidak apa-apa. Ini adalah langkah untuk memastikan hasil pemeriksaan, karena tes Pap Smear terkadang dapat menunjukan hasil semu yang biasanya timbul akibat kurangnya sampel sel leher rahim atau sel leher rahim yang didapatkan ternyata abnormal.

 

 

Nah, sekarang kamu sudah tahu seluk-beluk tes Pap Smear. Jadi tunggu apa lagi? Periksakan kesehatan leher rahim kamu yuk!