Tahukah anda bahwa setiap lima tahun sekali, Badan Kesehatan Dunia PBB (atau World Health Organisation/WHO) mengeluarkan hasil kajian dan pembaharuan terkait kriteria kelayakan medis penggunaan kontrasepsi, atau biasa disebut dengan Medical Eligibility Criteria (MEC). 

 

MEC WHO terbaru dikeluarkan tahun 2015. Rekomendasi di dalamnya semakin mendekatkan rekomendasi WHO dengan rekomendasi-rekomendasi organisasi lainnya, seperti Badan Pengendalian Penyakit dan Pencegahan di Amerika Serikat serta Persatuan Obstetri dan Ginekolog di Inggris.

 

Jadi jika selama ini ada keraguan atas penggunaan suatu alat kontrasepsi, jangan was-was lagi ya.  WHO adalah badan kesehatan dunia yang secara periodik berkala mengetes setiap temuan dan bukti baru untuk kesehatan. Lebih jauh tentang hasil rekomendasinya dapat diakses di sini: http://bit.ly/2qGC72v

 

Sejak tahun 1996, komunitas kesehatan dunia memiliki mekanisme untuk mengatur terkait penggunaan kontrasepsi. Secara regular  kelompok kerja teknis akan berkumpul untuk mengkaji kembali efektivitas metode kontrasepsi dan pengaruhnya untuk kesehatan atau kondisi kesehatan tertentu. 

 

Jika ditemukan data baru, kelompok kerja teknis juga dapat bertemu sewaktu-waktu tanpa harus menunggu pertemuan regular tersebut. Kriteria yang dikeluarkan tahun 2015 yang lalu adalah kriteria terbaru dan telah mengalami pengkajian sebanyak 5x semenjak 1996.

 

Metode kontrasepsi cocok untuk ibu baru melahirkan

 

Perubahan yang paling mendapatkan perhatian masyarakat dan praktisi medis adalah terkait penambahan pilihan kontrasepsi bagi wanita menyusui atau wanita baru melahirkan di bawah  6 minggu. 

 

Di Panduan sebelumnya, yang dikeluarkan tahun 2010, alat kontrasepsi yang bisa digunakan oleh wanita baru melahirkan adalah kontrasepsi non hormonal (seperti IUD) dan kontrasepsi MAL saja.  

 

Sementara pada MEC 2015, WHO sudah merekomendasikan bisa menggunakan Pil Progestin dan Implan untuk ibu baru melahirkan. Di MEC kedua alat kontrasepsi ini masuk kategori 2, yaitu suatu kondisi dimana keuntungan menggunakan metode ini umumnya lebih besar daripada teori atau risiko yang telah terbukti.

 

Ini berarti implan kini menjadi pilihan metode kontrasepsi yang sangat efektif, terutamanya di periode dimana wanita tidak mau segera mau hamil kembali setelah melahirkan namun belum menggunakan kontrasepsi. 

 

Ketika tidak semua wanita yang baru melahirkan bisa kembali ke fasilitas kesehatan untuk kontrol berikutnya, menggunakan implan begitu selesai melahirkan sebelum pulang ke rumahnya masing-masing merupakan alternatif yang efektif. 

 

Pasangan suami istri tidak perlu merasa khawatir akan mengalami kehamilan yang tak direncanakan.

 

Empat metode kontrasepsi yang baru dimasukkan dalam panduan WHO

 

Empat metode kontrasepsi yang kini dimasukkan dalam panduan WHO terbaru ini adalah jenis suntikan, jenis implan, kontrasepsi darurat, dan alat kontrasepsi vaginal ring. Alat-alat kontrasepsi ini mungkin tidak populer dikenal di Indonesia, namun demikian sudah mulai digunakan di negara-negara lain. 

 

Jadi kini tak perlu khawatir lagi dengan alat kontrasepsi. Yuk kenali lebih jauh alat kontrasepsimu dan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.