“Saya mau menjalani prosedur Vasektomi karena ingin membatasi jumlah anak, tetapi memangnya benar bahwa metode Vasektomi benar-benar efektif dalam mencegah kehamilan?”

 

Pertanyaan ini hampir selalu mengemuka ketika ada pria yang ingin menjalani metode Vasektomi. Benarkah metode ini aman dan efektif dalam mencegah kehamilan? Apakah setelah menjalani Vasektomi sudah pasti steril dan tidak akan terjadi pembuahan?

Perlu diketahui terlebih dahulu sebelumnya, bahwa Vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi yang paling efektif dan dianggap bersifat ‘permanen’ walaupun sebenarnya dapat dikembalikan (reversible).

 

Walaupun prosedur penyambungan salurannya sendiri cenderung sederhana dan tingkat keberhasilannya tinggi, namun untuk dapat kembali subur setelah pernah mengalami Vasektomi harus didukung oleh banyak faktor. Oleh sebab itulah Vasektomi sering dianggap metode kontrasepsi permanen. Maka dari itu sebelum melakukan prosedur Vasektomi hendaknya anda berkonsultasi secara matang terlebih dulu dengan pasangan dan tenaga kesehatan.

 

Prosedur Vasektomi itu sendiri bertujuan untuk mencegah keluarnya sel sperma pada saat ejakulasi dengan cara menutup saluran vas deferens (saluran sperma), sehingga ketika terjadi ejakulasi, yang keluar hanya air mani (semen) saja yang sifatnya steril, yaitu tidak mengandung sperma dan tidak dapat membuahi sel telur sehingga tidak memungkinkan terjadi kehamilan.

 

Setelah menjalani Vasektomi, anda diwajibkan untuk memeriksakan sperma anda secara berkala di laboratorium untuk memastikan bahwa cairan ejakulasi anda tidak lagi mengandung sel sperma.

 

Berikut ini hal yang harus diperhatikan dalam Tes Analisis Sperma Pasca Vasektomi:

 

Persiapan Pengambilan Sampel

Analisis air mani yang bertujuan untuk menilai seberapa baik Vasektomi dilakukan 6 minggu setelah tindakan Vasektomi. Untuk memastikan bahwa sperma berada dalam kondisi terbaik, hindari aktivitas seksual dalam 2-5 hari sebelum pengambilan sampel sperma, namun jangan lebih dari 1-2 minggu, karena terlalu lama tidak beraktivitas seksual akan membuat pergerakan sel sperma jadi kurang aktif.

 

Metode Pengambilan Sampel Sperma

Anda akan diminta untuk menyerahkan sampel sperma dengan bermasturbasi di ruangan private yang telah disediakan. Hal ini untuk menjaga kualitas, kesegaran, dan menjaga  sampel sperma yang diambil dari kontaminasi zat-zat asing. Anda juga dapat membawa sampel sperma dari rumah jika jarak rumah dengan laboratorium tidak terlalu jauh.

 

Namun untuk menjaga kualitasnya, sampel harus disimpan di wadah steril, tidak boleh terkena sinar matahari langsung, dan tidak boleh didinginkan. Selain itu sampel harus dibawa sesegera mungkin dan dijaga agar suhunya tetap berada pada suhu tubuh.

 

Hal-Hal Yang Mempengaruhi Sampel Sperma.

 

Perlu diperhatikan, kualitas sampel sperma dapat menurun dan keakuratan hasil analisa lab dapat berkurang jika anda:

1.Mengkonsumsi kafein, alcohol, tembakau, ganja, dan obat-obatan terlarang.

2.Sampel air mani dalam keadaan dingin. Hal ini akan menurunkan keaktifan pergerakan sel sperma (motilitas sperma).

3.Menggunakan obat-obatan yang mempengaruhi kondisi sperma, misalnya hormon (testosterone, estrogen), sulfasalazine, nitrofurantoin, beberapa obat kemoterapi dan lain sebagainya.

4.Terpapar radiasi, bahan kimia yang mempengaruhi sperma (seperti spermisida & pestisida tertentu), atau panas berkepanjangan.

5.Menggunakan obat-obatan herbal yang efeknya terhadap hormon & kualitas sperma tidak/belum diketahui.

6.Sampel air mani kurang/tidak lengkap, sehingga tidak dapat dianalisa secara menyeluruh.

 

Vasektomi sudah, tes analisa sperma sudah. Selanjutnya tinggal menunggu hasilnya. Setelah hasilnya muncul, biasanya anda akan dijelaskan oleh tenaga kesehatan yang bertugas mengenai hasil dari tes sperma anda.

 

Biasanya perlu waktu hingga beberapa bulan sampai hasil tes laboratorium menunjukkan air mani anda benar-benar negatif dari sel sperma dan anda akhirnya dinyatakan steril. Anda akan diminta untuk melakukan tes analisis sperma beberapa kali untuk memastikan kondisi air mani dan keberhasilan Vasektomi anda.

 

Dalam jangka waktu ini, hendaknya akseptor KB Vasektomi menggunakan metode kontrasepsi sekunder seperti kondom ketika berhubungan untuk mencegah terjadinya kehamilan.

 

Jika hasil tes analisis sperma sudah menunjukkan bahwa sel sperma dalam air mani anda negatif, maka dapat disimpulkan bahwa Vasektomi anda telah berhasil. Dengan demikian, anda sudah dapat kembali berhubungan dengan istri tanpa menggunakan kontrasepsi tambahan lagi.