Gaji suami lebih kecil dari istri seharusnya tidak masalah. Tapi pertengkaran disebabkan oleh besar kecilnya penghasilan atau uang adalah yang paling banyak terjadi. 

 

Bahkan sebuah data menyebutkan bahwa penyebab perceraian tertinggi adalah karena masalah keuangan. Lantas kenapa hal ini terjadi dan bagaimana menyikapinya?

 

 

Tidak ada keterbukaan

Keuangan menjadi sumber masalah ketika mulai ada upaya untuk menutup-nutupi sesuatu.  Misalnya menutupi berapa jumlah yang dihasilkan, menutupi ada penghasilan dari sumber lain, menutupi pengeluaran yang dilakukan. 

 

Untuk menghindari agar hal-hal ini tidak merusak hubungan antara suami dan istri, selalu terbuka mengenai keuangan untuk menghindari kecurigaan yang berkepanjangan.

 

 

Tidak adanya rasa saling menghargai 

Urusan gaji menjadi masalah antara suami istri ketika hal ini dikaitkan dengan hilangnya rasa saling menghargai antara pasangan. 

 

Dibutuhkan kejujuran dan refleksi mendalam atas perilaku masing-masing terhadap pasangannya. Bicarakanlah hal-hal yang menjadi harapan atas tindak tanduk pasagan dan seberapa jauh kompromi bisa dilakukan antara satu sama lain.

 

 

Tidak ada pembukuan bersama

Adanya pembukuan yang jelas tentang pemasukan dan pengeluaran adalah salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menghindari adanya pertengkaran keuangan antara suami dan istri.

 

Pembukuan yang rapih mendata setiap pengeluaran sehingga masing-masing mengetahui pos belanja apa saja yang perlu dipenuhi setiap bulannya. Hal ini dapat menghilangkan kecurigaan yang datang dari anggapan bahwa suami tidak memahami ruwetnya istri mengurus keuangan rumah tangga atau istri tidak memahami bahwa suami sudah bekerja keras namun dihamburkan untuk hal yang tidak penting.

 

 

Tidak pernah merencanakan tujuan bersama

Ketika keuangan menjadi masalah bagi suami dan istri mungkin itu hanyalah pertanda dari adanya masalah yang lebih dalam. Sumber masalah yang sebenarnya bisa saja suami dan istri tidak memiliki visi atau cita-cita bersama yang ingin dicapai. 

 

Rumah tangga adalah seperti kapal yang sedang berlayar menuju sebuah destinasi. Destinasi yang ingin dituju dan destinasi-destinasi antaranya merupakan rencana perjalanan yang seharusnya menjadi kesepakatan bersama.  

 

Bicarakanlah tentang rencana hari tua. Dimana kalian akan tinggal, seperti apa kehidupan kalian nanti, seperti apa anak-anak kalian. Itu semua hal-hal yang menyangkut sebuah harapan di masa akan datang yang menjadi arah dan penguat ketika badai datang menghantam.

 

 

Tidak bekerja sama

Suami dan istri adalah mitra yang saling mendukung, bukan lawan dalam sebuah kompetisi. Jangan habiskan energi untuk mencari kekurangan. 

 

Gunakan energi untuk mengumpulkan kekuatan-kekuatan bersama. Tidak ada beban yang terlalu berat jika dipikul bersama dan tidak ada beban yang terlalu ringan jika dijinjing sendiri. Bekerja sama adalah semudah saling mendengarkan dan mendukung dengan sungguh-sungguh.

 

 

Hilangnya komunikasi yang sehat

Penghasilan dan keuangan bukan satu-satunya masalah, namun salah satu masalah yang paling krusial di antara suami istri. Pada akhirnya dasar setiap hubungan adalah komunikasi yang baik. 

 

Komunikasi yang baik bukan berarti asal mengeluarkan semua unek-unek tanpa peduli bagaimana penerimaan lawan bicara. Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang diawali dengan niat awal mencari solusi. Bukan untuk menyalahkan atau saling menyakiti.

 

Berapa banyak dari hal-hal di atas yang saat ini sudah kamu miliki bersama pasangan? Mulailah segera melengkapinya, jangan jadikan masalah keuangan sebagai kambing hitam dari hubungan yang tidak harmonis.  

 

Besar kecilnya gaji suami bukan masalah, karena seperti halnya kepercayaan orang timur rejeki itu sudah ada yang mengatur.